Saat Menjaring Ikan, Warga Desa Sorkam Kanan Temukan Sesosok Mayat

oleh -2.335 views
Warga bersama pemerintah desa langsung membawa korban untuk disemayamkan di rumah duka.

TAPTENG NEWS – JAM 21.00 WIB

Rafnir seorang warga Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah menemukan sesosok mayat saat menjaring ikan di pinggiran Sungai Aek Sibundong, pada Minggu (28/06) sekira jam 21.00 Wib.

Diketahui, sesosok mayat yang ditemukan tersebut bernama Suprianto (42) warga Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat (Tapteng), Menurut Keterangan Kapolsek Sorkam Iptu Sumarno melalui Kanit Intel Ipda N. Girsang, kronologi penemuan mayat tersebut bermula pada saat Rafnir tengah menjaring ikan sekitar jam 21.00 Wib.

Baca Juga :  Puluhan Nelayan Unras Ke Kantor DPRD, "Buat Apa Dibuat Kota Ikan, Kalau Ikan di Sibolga Tidak Dimanfaatkan"

“Saat jaring diangkat, korban tersangkut di jaring milik Rafnir. Melihat sesosok badan tersangkut dijaringnya, Rafnir langsung menghubungi warga dan pemerintah desa, Babinsa dan pihak Kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap sesosok mayat tersebut,” katanya

Rafnir seorang saksi yang pertama kali menemukan mayat tersebut menceritakan bahwa sekitar jam 21.00 Wib dirinya sedang menjaring ikan di pinggiran Sungai Aek Sibundong.

“Saya berangkat dari rumah dengan tujuan ingin menjaring ikan, sesampainya dipinggiran sungai tersebut saya langsung melemparkan jaring ke sungai yang tidak jauh dari tempat saya berdiri. Tetapi tidak berapa lama kemudian jaring tersebut saya tarik, alangkah terkejutnya tiba-tiba saya melihat sesosok mayat tersangkut di jaring milik saya,” ucapnya

Baca Juga :  Wali Kota Pimpin Apel Sekaligus Meninjau Kondisi Kantor Dinas PMK, PP & PA

“Setelah melihat hal itu, saya langsung lari menghubungi warga dan Kepala Desa untuk melaporkan bahwa ada sesosok mayat saya temukan tersangkut pada jaring yang saya gunakan untuk menangkap ikan,” tambahnya

Disampaikannya, bahwa dirinya mengenal sesosok mayat yang tersangkut di jaringnya tersebut. “Korban memang ada mengidap penyakit ayan,” pungkasnya

Amatan dilapangan, warga bersama pemerintah desa langsung membawa korban untuk dapat disemayamkan di rumah duka. (zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *