Satgas Tegaskan Jumlah Kasus Aktif Covid-19 Dinamis Setiap Hari

oleh -77 views
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah

JAKARTA NEWS – JAM 09.00 WIB

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan sebanyak 12 Kabupaten/Kota tercatat kasus aktif lebih dari 1.000 kasus. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah pun menegaskan bahwa kasus aktif Covid-19 sangat dinamis setiap harinya.

Sebanyak 12 kabupaten kota yang tercatat di atas 1.000 kasus aktif Covid-19 tersebut di antaranya pada range 1.000-1.500 kasus di antaranya Kota Ambon melaporkan 1.126 kasus aktif Covid-19, Jakarta Utara 1.194 kasus, Bogor 1.374 kasus.

Sementara di atas 1.500 kasus di antaranya Kota Depok 1.606 kasus, Kota Bekasi 1.688 kasus, Kota Jayapura 1.751 kasus. Kota Padang 1.855 kasus, Jakarta Pusat 2.009 kasus, Jakarta Barat 2.248 kasus, Kota Pekanbaru 2.330 kasus, Jakarta Selatan 2.439 kasus dan Jakarta Timur 2.600 kasus.

Baca Juga :  Tekuk Myanmar 4-2, Timnas U-23 Indonesia ke Final SEA Games 2019

“Memang intinya yang harus selalu harus kita pahami bahwa kasus aktif ini bergerak amat sangat dinamis,” ungkap Dewi dalam diskusi ‘Covid-19 Dalam Angka’ di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

“Dia bisa meningkat dengan sangat cepat terutama penularan di sebuah wilayah juga terjadi dengan begitu tinggi. Tapi dia bisa turun lho ketika memang pengendalian di sana juga dilakukan ya. Dan langsung ditemukan titik-titik penyebaran dan mulai containment ada di sana. Jadi benar-benar jangan sampai kasusnya menyebar. Dan kita lihat di beberapa tempat,” ungkap Dewi.

Baca Juga :  Rusak Berat, Gedung SDN 154501 Tapian Nauli Butuh Perbaikkan

Dewi mengatakan, kasus aktif di 34 provinsi juga harus dipahami secara spesifik bahkan kalau bisa hingga skala mikro. “Jadi, kalau kita paham ada 34 provinsi, namun kasus aktif tertingginya itu ada di spesifik kabupaten kota tertentu. Ini juga yang harus kita pahami,” kata Dewi.

“Jadi misalkan kita melihat di Jawa Barat, namun tidak semua di Jawa Barat kasus aktifnya semua kasus di atas 1.000 kasus. Kita harus memahami kalau bisa kita layout-kan lagi, Kecamatan mana? Jangan berhenti kabupaten kota. Kecamatan mana? Kelurahan mana? Ini yang kita sebut level mikro nih. Kita harus paham titik-titik klaster ada di mana,” papar Dewi. (OK/net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *