Ekonomi Indonesia 2023 Diprediksi Tumbuh 5,05%

Nasional1002 Dilihat

JAKARTA NEWS – Ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh di kisaran 5 persen secara tahunan atau year on year (yoy) sepanjang 2023. Badan Pusat Statistik (BPS) bakal merilis data pertumbuhan ekonomi 2023 pada Senin (5/2/2024).

LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengatakan Indonesia sangat membutuhkan sumber pertumbuhan baru. Hal ini terlihat dari kinerja pertumbuhan ekonomi yang sangat bergantung pada siklus bisnis dan harga komoditas.

Adapun, PDB Indonesia hanya tumbuh sebesar 4,94 persen yoy pada kuartal III 2023 karena pelemahan harga komoditas dan berlalunya musim liburan pada kuartal sebelumnya. Padahal, Indonesia memiliki cita-cita untuk menjadi negara maju yang masyarakatnya berpendapatan tinggi pada tahun 2045 dan hal ini memerlukan pertumbuhan ekonomi yang jauh melampaui tingkat saat ini.

“Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan reindustrialisasi dan peningkatan produktivitas yang signifikan. Namun, proses reindustrialisasi dan peningkatan produktivitas merupakan proses jangka menengah dan panjang karena sifat strukturalnya dalam perekonomian,” kata Riefky Minggu (4/2/2024) yang dilansir dari kumparan.

Riefky menilai reformasi struktural perlu terus dilakukan dan tetap menjadi prioritas bagi pembuat kebijakan. Pemilihan umum mendatang akan menghasilkan pemerintahan baru dan pemerintahan berikutnya tidak boleh kehilangan fokus pada isu produktivitas dan reindustrialisasi.

Di sisi lain, Riefky melihat risiko global masih ada dan mungkin meningkat pada 2024. Dalam hal risiko geopolitik, konflik di Timur Tengah dapat meningkat lebih jauh ke wilayah yang lebih luas yang mencakup beberapa negara eksportir minyak dan gas terbesar di dunia.

Menurutnya, risiko geopolitik ini dapat mempunyai implikasi serius terhadap pengelolaan inflasi domestik melalui inflasi impor. Selain itu, melemahnya pertumbuhan China memberikan tekanan tambahan pada berkurangnya surplus perdagangan Indonesia karena negara tersebut merupakan mitra dagang utama Indonesia, baik dari sisi ekspor maupun impor.

“Tanpa melakukan diversifikasi perdagangan luar negeri secara signifikan, pertumbuhan Indonesia mungkin akan terkena dampak negatif dari lemahnya pertumbuhan Tiongkok,” ungkapnya.

Sementara itu, potensi penurunan suku bunga The Fed dapat memicu apresiasi rupiah dan mengurangi tekanan inflasi impor. Hal ini juga akan memberikan ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk menurunkan suku bunga tanpa mengancam upayanya dalam mencapai target inflasi.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan PDB akan tumbuh sebesar 5,04 persen yoy pada kuartal IV 2023 didorong oleh musim liburan akhir tahun. Hal ini membuat estimasi untuk full year 2023 sebesar 5,05 persen,” tutur Riefky.

Bank Indonesia Proyeksi Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut ditopang oleh permintaan domestik. Dia memproyeksi ekonomi bakal tumbuh 5,3 persen yoy sepanjang 2023.

“Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan dalam kisaran 4,5-5,3 persen, didorong oleh konsumsi dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja pemerintah pada akhir tahun dan percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN),” kata Perry. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *