TAPTENG NEWS – JAM 10.15 WIB
Puluhan masyarakat datangi kantor Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (3/9) sekira jam 10.15 Wib.
Pasalnya kedatangan warga yang beramai ramai mendatangi kantor lurah itu hanya ingin mempertanyakan pembangunan parit yang sempat di ukur di wilayah Kelurahan Lubuk Tukko lingkungan III tersebut
Sebelumnya masyarakat yang hadir disitu masih menunggu kehadiran Lurah Lubuk Tukko, Akan tetapi salah seorang staf dikantor mengatakan kalau Lurah sedang pergi melayat.
Sementara karena masyarakat sudah menunggu dikantor Lurah, ada sekitar setengah jam menunggu, yang ada disitu cuma dua stafnya bermain HP dan sambil menikmati rokok dikantor itu.
Tanpa berlama – lama salah satu staff lurah menghungi kepling IV (Irsan Hutagalung red) agar datang ke kantor lurah lubuk tukko untuk menjelaskan terkait pembangunan yang dialihkan ke lingkungan IV, yang diperbantukan dari Kementerian Tenaga Kerja yang diwakili oleh Depnaker Tapanuli Tengah tersebut.
Sempat cekcok Kepling III Edy dan Irsan Hutagalung nyaris baku hantam dan itu sempat di relai beberapa warga.
Usai dalam keributan itu, setelah beberapa lama Lurah Lubuk Tukko Dra Hj Sarrah Nasution sampai kekantor sambut langsung aspirasi masyarakatnya yang ingin mempertanyakan pembangunan parit di daerah lingkungan III yang sudah di alihkan ke lingkungan IV tersebut.
Seyogianya padahal masyarakat lingkungan III sempat mengumpulkan KTP sebanyak 59, akan tetapi pihak lurah menjelaskan bahwa KTP yang dikumpulkan sebanyak 59 itu tidak memenuhi kouta untuk diajukan ke Dinas Depnaker Tapanuli Tengah.
“Buat masyarakat Lingkungan III KTP yang sudah dikumpulkan itu tidak cukup buat diajukan ke dinas Depnaker Tapteng. Disamping itu juga Kepling III juga kalau dipanggil atau rapat tidak bisa hadir, jadi karena Kepling IV bisa memenuhi KTP sebanyak 90 KK dan dia juga terus berkoordinasi sama pihak Depnaker dan Kelurahan makanya pembangunan itu dialihkan kesana,” kata Sarrah
Selain itu, masyarakat yang sempat heboh sambangi kantor lurah meminta dan ingin agar parit pembuangan air itu dibangun di daerah lingkungan III, seyogianya kalau intensitas hujan yang cukup tinggi bisa membuat banjir didaerah itu.
“Kami masyarakat lingkungan III hanya meminta kepada pihak Pemerintah agar melihat kondisi masyarakat di daerah Kelurahan Lubuk Tukko, yang jarangnya tersentuh pembangunan, ditambah lagi dengan jalan umum yang cukup sudah kupak – kapik didaerah tersebut,” sebutnya
Hal itu juga disampaikan Kepling III Fitriy Edi, dirinya merasa kurang diperhatikan oleh pihak Kelurahan dan tidak pernah di ikut sertakan dalam rapat dikantor Lurah.
“Saya sebagai kepling III tidak pernah di undang dan di ikut sertakan rapat di kantor lurah ini, bukan berarti saya tidak mau datang dan tidak mau tau,” ungkap Edy.
Turut hadir dalam mediasi itu, Kepling Satu Sapar Sitompul, Kepling IV Irsan Hutagalung, Kepling III Fitry Edy dan tokoh masyarakat sekitar. (bs)






