Jakarta News – Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan Jerman mempunyai tanggung jawab tanpa henti untuk mengingat kejahatan perang Nazi. “Tanggung jawab adalah bagian dari identitas nasional kami,” ujarnya. saat melakukan perjalanan pertamanya di kamp konsentrasi Nazi Auschwitz di Polandia.
Kunjungan Kanselir Jerman itu di tengah meningkatnya anti semit Jerman dan menjelang peringatan 75 tahun kamp Auschwitz. Tentara Nazi membunuh sekitar 1,1 juta arang yang sebagian besar adalah orang Yahudi di Auschwitz – Birkenau.
Saat mengunjungi kamp Auschwitz, Merkel didampingi Perdana Menteri Polandia Mateusz Moraweicki dan seorang tahanan Nazi yang selamat dari kamp kematian bernama Bogdan Stanislaw Bartnikowski yang kini berusia 87 tahun. Merkel berjalan melewai gerbang Arbeit macht frei yang masa itu menjadi tempat pembantaian paling kejam di kamp Auscwhitz. Ia kemudian termenung sejenak di sebuah tempat yang terkenal dengan sebutan Black Wall atau Tembok Hitam, tempat ribuan tahanan diekskusi mati.
Tak lama kemudian Merkel menyampaikan pidatonya. Kata Merkel Mengingat kejahatan merupakan tanggung jawab yang tak akan pernah berakhir. Ini tidak terpisahkan dari negara kita,” ucapnya seraya menyadari tanggung jawab adalah bagian dari identitas nasional kita.
“Aku menundukkan kepala di depan para korban kekejian pembantaian Nazi,” terangnya.
kepada para korban yang selamat dari pembataian atau Holocaust. Merkel mengaku munculnya anti Semitisme di Jerman dan mengatakan akan melawannya. Antisemitisme adalah suatu sikap permusuhan terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk tindakan penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga.
Merkel juga menghadiri ulang thun ke-10 Yayasan Auschwitz – Birkenau, sebuah lembaga nirlaba yang mencoba melestarikan kamp untuk mengingatkan dan pelajaran bagi generasi mendatang tentang kekejaman Nazi. Ia memberikan sumbangan Jerman kepada yayasan sebesar 60 juta euro. (int)






