TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB
Siti Hajar (45) pedangan kacang keliling yang memiliki empat (4) orang anak, yang merupakan warga asal Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah. Bisa mengkuliahkan anaknya dari menjual kacang rebus
Disamping dari berjualan kacang rebus, Siti juga mencarikan kerja buat anaknya yang nomor dua atas nama Mauli Sadi yang kini masih kuliah di BU Pandan. Niat mencarikan anaknya kerja untuk membantu kedua orang tuanya dan menambah membayar kuliahnya.
Siti Hajar ternyata bisa menghidupkan ke empat anaknya hanya dari berjualan kacang rebus keliling. Tidak ada upaya lagi yang bisa dikerjakan oleh Siti Hajar sebagai ibu rumah tangga selain berjualan demi menyekolahkan anak – anaknya. Disamping itu peran suami juga tidak pernah luput untuk mencari nafkah yang sebagai buruh harian di PT.PP itu.
Siti Hajar adalah sosok ibu yang tegar, dirinya berjualan kacang keliling mulai sejak tahun 2001. Hingga sampai sekarang Siti Hajar masih terus berupaya berjualan demi menghidupi anak – anaknya itu.
Modal Siti Hajar menjual kacang juga lumayan mengigit, 1 kaleng kacang tanah dibelinya di pasar berkisar Rp.100.000, sedangkan kacang bogor mencapai 1 kalengnya Rp.150.000,-
Pendapatan Siti Hajar menjual kacang rebus setiap harinya itu tidak menentu, kadang mau 30 ribu dan kalau banyak pembeli mau sampai 100 ribu.
“Ia nak menjual kacang ini gak tentu penghasilannya, 100 ribulah paling tinggi pendapatan kalau banyak pembeli. Itu kadang juga di hari – hari besar,” sebut Siti, Minggu (26/08).
Kacang yang dibeli Siti dari pasar diolahnya di rumah dan di takar di kaleng susu buat dipasarkan dengan harga satu kaleng susu sebesar 8 ribu rupiah. Dengan modal 150.000 ribu Siti Hajar setiap minggunya berkeuntungan mau mencapai 300.000 ribu.
“Pendapatan 300.000 ribu itu kita syukuri buat di rumah, ditambah lagi dengan biaya yang lain sekolah anak. Dengan menjual kacang dan bersungguh – sungguh Alhamdulilah anak saya bisa lanjut kuliah,” ungkapnya Siti Hajar. (bs)






