Sibolga Kota Gelar Pesparawi Tahun 2018, “Aku Hendak Memuliakan Tuhan, Selama Aku Hidup”

Sibolga1729 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Kecamatan Sibolga Kota menggelar pembukaan pesta panduan suara gerejawi (Pesparawi) tingkat Kecamatan Tahun 2018, yang dilaksanakan di Aula Topaz, Kelurahan Kota Baringin, kota Sibolga. Rabu (24/10)

Walikota Sibolga dalam sambutannya yang di bacakan staf ahli Bidang Pembangunan Hukum Politik dan Sosial Charli Sinambela menyampaikan Pesparawi merupakan wadah untuk memperkokoh persaudaraan umat kristiani, sekaligus berdampak positif bagi keimanan dan kehormatan umat dengan menyanyikan  lagu – lagu kidung pujian untuk mengungkapkan rasa sujud syukur dan penyembahan kepada sang khalik, memohon dan memuji Tuhan yang Maha Esa merupakan suatu tanda kepasrahan dimana kita mengakui bahwa Allah lah yang berdaulat atas diri kita.

“Sebagimana halnya thema yang diangkat pada Pesparawi kali ini “Aku hendak memuliahkan Tuhan, selama Aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi Aku ada (Mazmur 146 : 2,” ucapnya

Lanjutnya, pesparawi bukan semata – mata panduan suara rohani, tapi acara ini juga sebagai momentum untuk menegaskan bahwa dalam hidup berbangsa dan bernegara, kita harus berbuah dan bertumbuh.

“Hidup kita harus seperti pohon yang menghasilkan buah. Buah tersebut adalah komitmen dan kesadaran religius kita untuk selalu ingat jati diri kita sebagai garam dan terang di tengah – tengah bangsa yang majemuk khususnya di kota Sibolga yang berbilang kaum ini,” ujarnya

Sambungnya, keragaman kita sebagai bangsa, baik keragaman suku, agama, maupun budaya, melekat nilai – nilai untuk saling menghargai dan menghormati. Dalam keragaman itu ada kesatuan dan nilai – nilai persaudaraan.

“Itulah makna dari Bhineka Tunggal Ika, hidupnya bhineka tunggal ika, sama halnya dengan paduan suara, ada suara Bass, suara Tenor, ada suara Sopran, ada suara Alto. Walaupun berbeda – beda tapi ketika semua menyanyikan lagu yang sama hasilnya adalah harmoni,” katanya

Tambahnya, keindahan bukan karena menyanyikan dengan nada yang sama tapi keindahan justru tercipta dari keragaman dalam harmoni.

“Ketika keragaman menjadi harmoni dan kesatuan, hasilnya adalah kekuatan yang tanpa batas,” ungkapnya. (nt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *