TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB
Insiden pemukulan yang terjadi kepada keluarga David butar – butar oleh petugas Satpol PP Tapanuli Tengah pada kamis (29/11) dini hari, menarik perhatian praktisi hukum Parlaungan Silalahi, SH. Melalui siaran pers yang diterima Jumat (30/11), Parlaungan Silalahi, SH menyatakan siap membantu keluarga David butar – butar, dalam proses hukum.
“Saya melihat sudah tidak ada lagi rasa perikemanusian petugas satpol PP ini, mereka kerap melakukan tindakan diluar dari ketentuan SOP penindakan. Karena ini sudah menyangkut nyawa saya siap membela,” ucap Parlaungan yang juga ketua LKBH – Sumatera
Dijelaskan parlaungan, secara tatanan hukum SOP penindakan atau sejenisnya. Petugas Satpol PP seharusnya menunjukkan sikap yang humanis, sebagai satuañ penegak Perda tidak sepatutnya anarkis.
“Seharusnya apabila Satpol PP Tapteng dalam menjalankan tugas harus disertai dengan surat tugas, dan harus sesuai dengan SOP tidak boleh main hakim sendiri, tapi kenyataan tidak seperti itu. Jika memang salah yang dilakukan oleh keluarga David tidak serta merta langsung melakukan tindakan main hakim sendiri,” bebernya.
Untuk itu Parlaungan meminta pihak kepolisian objektif memproses kejadian ini, jangan terjadi tebang pilih, nyatakan siapa yang sebenarnya bersalah dalam kasus ini.
“Saya meminta Polres Tapanuli Tengah, segera melakukan penangkapan dan pememeriksaan terhadap pelaku. Tidak boleh tawar menawar dalam kasus ini, tidak ada orang yang kebal hukum di Negara Republik Indonesia ini. Jika memang bersalah terdahap oknum petugas Satpol PP tindak dengan hukuman pidana,” pungkas Parlaungan Silalahi. (hs)






