TAPTEN NEWS – JAM 16.00 WIB
Sebanyak empat biji bunga bangkai kembali di bantai secara paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab, empat bunga bangkai di jadikan ajang meraup keuntungan sendiri. Bunga bangkai sengaja yang dipajangkan dipinggir jalan lintas Rampa Poriaha, di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Selasa (1/1/2019)
Prihatinnya pertumbuhan bunga bangkai yang tidak sampai satu meter ini terpaksa harus ditebang secara paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kondisi bunga bangkai yang di tebang itu dipindahkan ke pinggir jalan lintas untuk buat menarik perhatian pengunjung saat melintasinya. Selain itu, para pengunjung yang mengabadikan fotonya diminta partisipasi mengisi kotak yang ada di depan bunga bangkai tersebut.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara atau yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dinilai tutup mata dengan keberadaan bunga bangkai di sekitar hutan Rampa Poriaha. Padahal sebelumnya sempat diminta kepada petugas BKSDA agar menjaga dan memantau pertumbuhan dan kelestarian bunga bangkai yang cukup langka itu.
Padahal dalam daftar merah IUCN itu menjadi tumbuhan yang dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
Kelihatan dilokasi, beberapa pengujung mengabadikan foto nya bersama bunga bangkai yang di pajangkan.
“Ia bang , jarang – jarang bisa berfoto sama bunga bangkai dan jarang juga ketemu sama bunga yang langka ini. Tapi bunga ini apa tumbuh besar lagi kalau sudah dipindahkan seperti ini,” ucap Andri (31) salah seorang pengunjung saat dikonfirmasi dilokasi.
Ia berharap, yang tau asal muasal tentang ekosistem pertumbuhan bunga bangkai, mereka meminta jangan lagi di tebang seperti ini, pastinya bunga bangkai ini pasti mati.
Pengunjung yang mau ke air terjun Martolu ini meminta kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara atau yang bertugas di Tapanuli Tengah. Agar bisa terus memantau perkembangan dan kelestarian bunga bangkai di Rampa Poriaha tersebut. (bs)












