Walikota Pergoki Sejumlah Pelajar Di Warnet Hingga Dini Hari

Sibolga1610 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 03.20 WIB

Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk memergoki sejumlah siswa salah satu SD dan SLTP di Kota Sibolga asik bermain game di warung internet (Warnet) yang ada di jalan KH Ahmad Dahlan, Kamis (10/1) sekitar jam 03.20 Wib

Saat melakukan pemantauan, Walikota mendapati sejumlah anak – anak yang masih berstatus pelajar sedang asik bermain warnet hingga dini hari

Terdapat 5 orang siswa SD dan dua orang sudah tidak sekolah yang ketahuan masih bermain game di warnet jam 03.20 wib, namun seluruh pelajar itu mengaku tidak pulang kerumah dikarnakan keasikan main game dan tidak ada yang mengingatkan untuk pulang.

Syarfi pun lantas memberikan nasehat kepada mereka, agar lebih memanfaatkan waktu untuk belajar.

Syarfi juga mengharapkan agar seluruh orang tua siswa di Sibolga untuk lebih peduli dan memperhatikan kegiatan anak – anaknya serta  melihat waktu belajar dan bermain jangan sampai larut malam.

Pada kesempatan itu, Syarfi juga meminta agar orangtua siswa yang ketahuan bermain game di warnet dimintai untuk pertanggungjawaban terkait pendidikan anak – anak tersebut. Namun disayangkan mereka tidak bersedia menemui Wali Kota. Dari keterangan siswa yang ketangkap itu

“Ada 2 siswa yang bersekolah di SD Swasta AL- Falah, SMP Negeri 8 Kota Sibolga dan 2 orang Sisiwa SMP Negeri 8 Sibolga serta 2 orang yang tidak sekolah tapi main warnet,” ujar Wali Kota Sibolga.

Menurut Syarfi, dia sangat menyayangkan sikap orangtua para pelajar yang bermain Game di warnet sampai larut malam. Apalagi terkesan membiarkan anak – anak mereka bermain internet pada saat waktunya berada di rumah untuk istirahat.

“Ini kan sudah tidak betul, apalagi pelajar itu mengaku kalau orangtuanya juga tidak melarang. Makanya anaknya gak sekolah, ini namanya orangtua kurang peduli dengan anaknya,” tuturnya.

Syarfi juga mendatangi pemilik warnet itu dan meminta agar dapat mengawasi para pengunjung warnet, bila pengunjung itu siswa apalagi masih menggunakan seragam sekolah agar jangan diberikan masuk.

“Saya minta agar pemilik warnet ini juga ikut mengawasi anak sekolah, untuk tidak bermain game saat jam sekolah dan lewat dari jam 10 malam. Harusnya, ditanya dulu, kalau masih anak sekolah jangan dikasih main sampai larut malam,” pinta Syarfi seraya mengimbau pemilik warnet lebih selektif menerima pelanggan.

Tak hanya itu, Syarfi juga mempertanyakan izin usaha warnet tersebut. “Ada nggak izinnya ini,” tanyanya dengan nada kesal. (st)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *