TAPTENG NEWS – JAM 14.00 WIB
David Butarbutar (43) pengusaha kedai tuak yang tinggal di Jalan AR Surbakti di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada hari Rabu 28 November 2018
Sampai saat ini kasus yang menimpa dirinya tersebut tidak jelas, dirinya menilai kalau kasus yang menimpa dirinya tersebut sudah dikondisikan oleh pihak aparat penegak hukum Polres Tapanuli Tengah.
“Saya menilai kalau kasus pemukulan yang dilakukan oleh Satpol PP Tapteng terhadap saya dan kedua anak saya sepertinya sudah ada pengkondisian, sebab sampai saat ini pihak aparat Polres Tapteng belum dapat mengungkap dan menangkap para pelaku yang melakukan penganiyayaan terhadap keluarga saya,” ucap David Butarbutar kepada Tapanuli News 24 Jam, Sabtu (12/1)
Dijelaskannya, saya berharap pihak Polres Tapteng memberikan kepastian hukum buat keluarga saya dan kedua anak saya. Apalagi pihak penyidik dari Polres Tapteng sepertinya tidak menyangkut pautkan Kasat Pol PP Tapteng Jontriman Sitinjak dan Kabidnya Panuturi Simatupang, padahal mereka berdua itu jelas melihat kejadian pemukulan yang terjadi terhdapa saya dan kedua anak saya
“Harusnya pihak Polres Tapteng transparan, sudah 2 bulan lebih kasus pemukulan yang terjadi terhadap saya dan kedua anak saya, tapi kenapa sampai saat ini para pelakunya belum ditangkap. Anehnya lagi sudah jelas saya sampaikan kalau Kasat Pol PP Tapteng Jontriman Sitinjak dan Kabidnya Panuturi Simatupang ada dalam kejadian dan menyaksikan pemukulan yang terjadi terhadap saya, kenapa mereka tidak dipanggil. Ini saya perhatikan pihak Polres Tapteng sepertinya berusaha tidak melibatkan mereka, ada apa??,” tanya David
Lanjutnya, saat para pelaku di konfrontir mereka terlihat berbelit – belit saat memberi keterangan dan tidak mengakui sama sekali. Anehnya para pelaku mengakui Barbut berupa pentungan yang ada di TKP milik mereka, tapi ketika ditanya lagi mereka tidak mengakuinya lagi
“Padahal harapan saya setelah selesai di konfrontir mereka harusnya ditahan, ternyata apa yang saya harapkan lari dari kenyaataan. Jadi saya menilai kalau kasus ini sudah ada pengkondisian dan sudah dikonsep dengan baik oleh para penegak hukum, jadi saya sangat kecewa dengan kinerja dari Polres Tapteng. Kami meresa masih jauh dari keadilan hukum di wilayah Polres Tapteng,” ungkapnya. (hs)






