SIBOLGA NEWS – JAM 20.12 WIB
Sebuah mobil truk yang diketahui mengangkut barang – barang sembako untuk tujuan Pelabuhan Pulau Nias, Kota Gunung Sitoli, yang bertolak dari Pelabuhan ASDP Kota Sibolga, dihentikan oleh warga saat sedang melintas dari jalan KH. Ahmad Dahlan, menuju Pelabuhan ASDP Kota Sibolga. Selasa (29/01)
Lokasi kejadian pemberhentian truk tersebut tepatnya berada dipersimpangan lokasi kejadian dijalan KH Ahmad Dahlan didepan Tangkahan Lintang Karya.
Karimuddin Tamba adalah warga kelurahan pancuran bambu yang tinggal disekitar lokasi kejadian saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa masyarakat gelisah, khawatir dengan keselamatan khususnya dirinya dan keluarga serta warga sekitar terhadap kondisi mobil truk ekspedisi yang sering melintas dari jalan KH. Ahmad Dahlan yang membawa barang – barang sembako melebihi muatan atau tonase dari kapasitas standart truk tersebut.
“Masyarakat jalan KH.Ahmad Dahlan kota Sibolga resah dan protes serta tidak terima dengan melintas nya truk yang bermuatan sangat berlebihan ini,” ucapnya.
Dirinya mengaku, truk ekspedisi itu sudah sering terbalik ketika sedang berjalan, akibat membawa muatan yang melebih tonase. Bahkan, pernah terbalik dan menimpa pengendara yang sedang melintas saat hendak mendahului truk tersebut dijalan.
“Masyarakat ketakutan banyak yang waspada saat melintasnya truk yang mengangkut barang yang sangat lebih muatan yang tidak sepantasnya lagi di angkut truk tersebut. kami warga disini mengusir truk tersebut, pulang kembali ke pangkalan nya,” ujarnya.
Sambungnya, maunya muatan truk angkutan itu sesuailah dengan peraturan yang berlaku, tidak merusak tatanan alur lalu lintas dan kenyamanan warga di jalan KH.ahmad dahlan ini.
“Kemudian sesuailah muatan beban yang di bawa dengan peraturan, karena sudah berapa kali masyarakat terkena timpa saat truk ini terbalik,” ucapnya
Dirinya berharap dan meminta kepada Pemerintah Kota Sibolga melalui Dinas Terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Sibolga dan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Sibolga agar membuka mata untuk menertibkan truk pengangkutan atau ekspedisi tersebut beroperasi dan melakukan tindakan tegas.
“Kami meminta kepada pihak yang berwenang agar menertibkan pengangkutan atau ekspedisi yang seperti ini, agar tidak bisa beroperasi. Warga akan siap mengusir bila truk overtonase ini membawa muatan barang yang tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar,” harapnya. (nt)






