Hadiri Acara Jokowi, Nurullita Dipecat & Dibully Rekan Kerjanya

Nasional927 Dilihat

JAKARTA NEWS – JAM 15.45 WIB

Nurullita, yang mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan karena dipecat setelah menghadiri acara Joko Widodo, mengaku di-bully rekan kerjanya.

“Hari Minggu, tanggal 24 Februari, saya mengunjungi acaranya Bapak Jokowi. Di dalam perjalanan itu, saya udah mulai di-bully dengan cara saya menaruh foto saya di WhatsApp dipindahkan ke grup kantor, dari situ saya mulai di-bully pelan-pelan,” kata Nurullita di gedung Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (21/3).

Saat itu Nurullita mengaku masih mengabaikan sikap rekan-rekannya. Namun perlakuan serupa masih ia alami hingga keesokan harinya dipecat.

“Saya abaikan dulu sampai akhir bubarnya acara tersebut masih berlanjut, dilanjutkan lagi sampai besok paginya. Besok paginya saya masih dilanjutkan tiba di kantor, tidak lama saya langsung dipecat dengan kata ‘kamu saya pecat’,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa foto yang diunggahnya di media sosial yang jadi sasaran bully rekan kerjanya. Salah satu foto tersebut adalah saat berada di dekat Jokowi.

“Foto-foto saya yang memang bersama sahabat saya yang itu di hari Minggu-nya dan di hari Senin-nya saya foto memang foto untuk saat Bapak Jokowi sedang berpidato dan saya ya merasa banggalah yang biasanya saya lihat di TV ini saya melihat langsung hanya 5 langkah dari Bapak Jokowi,” ucapnya.

Keesokan harinya, Nurullita mengaku langsung dipanggil dan diminta menandatangani surat pemberhentian. Atasannya juga menyinggung soal sikap Nurullita yang menghadiri acara relawan Jokowi.

“Hari Senin itu juga saya langsung dipecat dan saya menandatangani surat pemecatan tersebut. ‘Kamu memilih Jokowi, tapi kamu mencari makan di sini, malu dong,’ itu kalimat terakhir dia (atasan),” kata Nurullita menirukan ucapan atasannya.

Karena pemecatan itu, Nurullita mendatangi Kemenaker untuk mengadu. Dia merasa pemecatan itu karena perbedaan dalam pilihan politik.

Dalam pelaporan itu, Nurullita didampingi Relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo). Mereka menilai pemecatan itu bertentangan dengan kebebasan berpendapat.

Sementara Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari mengatakan, dirinya dan rekan-rekan kantor yang lain menganggap hal itu hanya candaan semata.

“Namanya temen-temen, anak-anak buah yang share jadi dicandain. Nggak suka kali dia, baper, mengundurkan diri. Saya salahnya di mana coba. Orang dia sendiri,” katanya, Kamis (21/3).

Merry menjelaskan, dirinya tidak ada menekan Lita karena beda pilihan di Pilpres 2019. Dia menyebut obrolannya dan rekan-rekan di PT Pelopor Pratama Lancar Abadi terhadap Lita hanya sebatas candaan. Namun dia tidak menyangka Lita menjadi baper alias terbawa perasaan karena candaan tersebut. (dt/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *