Caleg DPR RI Sumut II Mombang Sihite Nyaris Dicoret

Daerah, Humbahas2316 Dilihat

HUMBAHAS NEWS – JAM 10.05 WIB

Salah satu calon Legisltatif (Caleg) DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) II nyaris putus ditengah jalan alias dicoret sebagai Caleg, dia adalah Mombang Sihite dari Partai Golkar.

Beruntung, caleg ini yang diduga sempat melanggar ketentuan UU nomor 7 tahun 2017 pasal 280 huruf H yakni atas dirinya yang mengkampanyekan caleg dari DPR RI didalam gereja, lolos dari Perbawaslu nomor 7 tahun 2018 pasal 9 ayat 3 huruf C. Atas, dari waktu kejadian ke pelaporan telah melewati batas 7 hari.

Ketua Bawaslu Kabupaten Humbang Hasundutan Henri W Pasaribu STh dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa caleg nomor urut 7 tersebut benar telah melanggar UU no 7 tahun 2017 pasal 280 huruf H.

Mombang, menurut Henri, ditemukan mengkampanyekan dirinya digereja namun tidak ada kata ajakan. “ Hasil inventigasi kita, dia menyampaikan jati dirinya sebagai caleg karena ada masyarakat bertanya kepada Mombang, biarpun calon tidak ada kata mengajak,” kata Henri diruang kerjanya, Jumat (29/3).

Karena kasus kejadian melewati 7 hari sesuai Perbawaslu nomor 7 tahun 2018 pasal 9 ayat 3 huruf C , Mombang yang sempat masuk ke Gakumdu akhirnya lepas dari sangsi pidana pasal 493 yang bunyinya, setiap pelaksanaan tim kampanye pemilu melanggar dimaksud pasal 280 ayat 2 dipidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta.

“Tanggal 3 Maret kejadian dan itu kita sampaikan ke Gakumdu tanggal 25 Maret setelah kita lakukan inventigasi. Hasilnya, Gakumdu menolak untuk menindaklanjuti alasan karena sudah kadaluarsa tidak memenuhi formil, antara salah satunya waktu dan kejadian sesuai Perbawaslu nomor 7 tahun 2018 pasal 9 ayat 3 huruf C,” ujar Henri.

Mombang sebelumnya yang dipanggil, mengaku salah dan silap. Kepada Bawaslu, Mombang yang mengakui salah atas kejadian itu dikarenakan tidak dapat menjawab pertanyaan masyarakat gereja itu apalagi merupakan hula-hula Mombang, jika tidak dijawab menurutnya tidak etis.

“Mombang akui silap disitu menjawab pertanyaan masyarakat tidak mengingat tempat ibadah, Mombang merasa tidak etis tidak menjawab hula-hula, apalagi mengingat waktunya singkat dan tidak ada lagi waktu bagi mereka diluar gereka. Saya minta maaf tidak akan mengulang,” jawab Mombang mengklarifikasi ke Bawaslu.

“Jadi karena tidak ditindaklanjuti Gakumdu ke pidana pemilu atas dasar tidak memenuhi formil, kita secara lisan memperingati calon untuk tidak mengulang kembali kejadian,” kata Henri.

Mombang Sihite yang dikonfirmasi, membenarkan terkait dugaan yang menimpa dirinya. Ia mengaku benar ada menyampaikan jati dirinya sebagai caleg namun tidak ada kata ajakan.

Apalagi, katanya, masalah itu diakuinya bukan kampanye melainkan dirinya sebagai undangan dari para hula-hulanya sembari menerima ulos, katanya via telepon. (gam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *