SIBOLGA NEWS – JAM 09.00 WIB
Untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok, dan inflasi daerah, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kota Sibolga, akan selanggarakan Pasar Murah demi bahan pokok dasar jenis komoditi tertentu, pada bulan Ramadahan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1440H tahun 2019. Rabu (8/5)
Kepala Disperindag Kota Sibolga Robinhot Panjaitan mengatakan expose harga kebutuhan bahan pokok pada rapat kerja Pemerintah (Rakerpem) Kota Sibolga periode di bulan Mei 2019. Pasar murah akan digelar di Ramadhan Fair Kota Sibolga, yang akan segera dibuka pada waktu dekat, yang berlokasi di pelataran Masjid Agung Kota Sibolga, dan dibeberapa tempat lainnya di seputaran kota Sibolga.
“Hasil dari pantauan harga untuk beberapa jenis komoditi, di sejumlah Pasar Rakyat Kota Sibolga, menjelang Ramadhan yang dilakukan Dinas Perindang, beras premium sekelas kuku balam atau udang, dimana harga eceran tertinggi (HET) Pemerintah Rp 13.300/kg, namun di kota Sibolga pada Senin (6/5) di kisaran harga Rp 12.000,” ujar Robinhot
Sambungnya, bahkan untuk beras medium, tidak mengalami perubahan sejak awal Mei hingga sekarang, tetap berada di kisaran harga Rp 9.500/kg. Gula pasir justru mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 dari HET Rp11.000. Namun untuk harga minyak goreng curah, masih berada dibawah harga HET pemerintah, dimana harga HET Rp 12.500/kg, sedangkan dipasaran seharga Rp 11.000/kg.
“Beberapa komoditas yang menjadi sorotan nasional, adalah bawang putih, bawang merah serta cabe merah keriting. Untuk bawang putih harga eceran tertinggi dari pemerintah (HET) Rp 38.000, sedangkan di pasar rakyat kota Sibolga mencapai Rp 60.000. Bawang merah juga mengalami kenaikan, dari HET pemerintah Rp 32.000, di pasar rakyat Kota Sibolga mencapai Rp 40.000/kg. Akan tetapi cabe merah keriting berada di bawah harga HET pemerintah, dimana harga Het Rp 28.000, sedangkan dipasar rakyat Kota Sibolga Rp 28.000/kg,” ucapnya.
Tambahnya, kenaikan harga bawa bawang putih di kota Sibolga tidak begitu menghawatirkan, dikarenakan permintaan bawang putih untuk konsumsi dimasyarakat kota Sibolga, dikategorikan rendah. Namun yang perlu diwaspadai adalah harga Bawang merah, mengingat untuk jenis komoditas ini, permintaan sangat tinggi untuk kota Sibolga.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat kota Sibolga, di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul fitri natinya, hendaknya masyarakat tidak melakukan pembelian kebutuhan secara berlebihan, sehingga ketersedian bahan pokok di pasaran menjadi langka, dan hal inilah yang menyebabkan harga serta inflasi dikota sibolga menjadi tinggi. (riz)






