Anggaran Perbaikan Jaringan Instalasi Listrik di Cold Storage Sambas Dipertanyakan

Daerah, Sibolga1669 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 9.00 WIB

Cold Storage Pelabuhan Sambas kini telah beroperasi kembali, setelah Pemko Sibolga melalui Dinas Perikanan, Ketapang dan Pertanian melakukan perbaikan. Namun, ada yang janggal dengan perbaikan tersebut.

Dari informasi yang diperoleh, pengerjaan Cold Storage tersebut dimulai sejak tahun 2017 hingga tahun 2018. Belum diketahui berapa nominal dana yang dikucurkan untuk pengerjaan tahun 2017. Namun untuk pengerjaan tahun 2018, diketahui sebesar Rp 80 juta, yang dikerjakan oleh CV. EJB Gaol atau yang biasa dikenal dengan UT Rahman.

Untuk memastikan informasi yang diperoleh, wartawan mencoba mendatangi Cold Storage dan menanyakan seputar perbaikannya kepada pihak perusahaan yang mengontrak alat pembeku tersebut. Ternyata informasinya sama, perbaikan Cold Storage tersebut dilakukan sejak tahun 2017, dan selesai dikerjakan tahun 2018.

“Kalau yang banyak dikerjakan, tahun 2017. Kalau yang tahun 2018, hanya sedikit saja nya yang dikerjakan,” kata seorang pria yang tak ingin namanya disebutkan sambil memperlihatkan kabel beberapa puluh meter yang baru saja diganti oleh pihak rekanan.

Tak hanya kabel, menurutnya masih ada 4 panel yang diganti. 1 diantaranya berwarna biru dan 3 berwarna abu-abu. “Inilah panel yang biru ini, dan ada 3 lagi warna abu-abu, yang baru dibuat,” ungkapnya.

Terpisah, Edi Hutagaol, selaku pemilik perusahaan UT Rahman membenarkan sebagai rekanan dinas Perikanan, Ketapang dan Pertanian Sibolga yang mengerjakan perbaikan jaringan instalasi listrik Cold Storage Pelabuhan Sambas. Dia juga mengakui bahwa pengerjaan yang mereka lakukan hanya penggantian beberapa puluh meter kabel dan 4 unit panel.

“Akupun sudah gak ingat lagi. Yang pasti memang, kita yang mengerjakan. Itupun sedikit ajanya itu yang dikerjakan. Kalau gak salah memang ada 4 panel juga yang diganti,” kata Edi di ruang kerjanya.

Disinggung mengenai besaran dana yang dianggarkan apakah ada kaitannya dengan pengerjaan yang dilakukan pada tahun 2017, Edi menampiknya. Katanya, Rp. 80.000.000 anggaran yang ditetapkan pemerintah hanya untuk pengerjaan tahun 2018. Untuk pengejerjaan tahun 2017, dia mengaku tidak tahu menahu.

“Kalau kami hanya yang tahun 2018 saja yang kami kerjakan. Kalau yang tahun 2017, gak tahu siapa yang mengerjakan. Tapi, coba tanya PPK nya saja,” pungkasnya.

Sementara, Julius Sihaloho, yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut membantah perbaikan Cold Storage dilakukan selama 2 tahun. “Gak pernah ada perbaikan tahun 2017, hanya tahun 2018 sajanya,” kata Julius.

Anehnya, dia mengakui kalau semua kabel di Cold Storage tersebut diperbaiki tahun 2018. Beda dengan penjelasan pihak pengontrak Cold Storage dan Edi Hutagaol, yang mengakui kalau perbaikan yang dilakukan tahun 2018, hanya sebagia kecil dari seluruh kabel yang ada.

“Semua kabel sudah rusak, ada yang hilang. Jadi, semua kabel diperbaiki tahun 2018. Jadi, gak ada yang dikerjakan tahun 2017,” tukasnya.

Sehingga menurutnya, anggaran Rp 80.000.000 yang ditetapkan telah sesuai dengan banyaknya pengerjaan. “Semua biaya perbaikannya Rp80 juta. Karena ada kabel yang diganti, ada juga yang dirapikan,” kata Julius meyakinkan wartawan.

Tak hanya itu, menurut Julius ada 5 panel listrik yang diganti saat itu. Dan pernyataan tersebut berbeda dengan keterangan yang diperoleh dari pihak pengontrak dan UT Rahman. “Ada 5 panel yang dipasang. 1 warna biru dan 4 warna abu-abu,” pungkasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *