SIBOLGA NEW – JAM 9.00 WIB
Belakangan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, sangat gencar memberantas penggunaan mesin tembak ikan, yang diduga berbau judi. Bahkan, Pemkab Tapteng menyisir permainan judi ketangkasan tersebut hingga ke pelosok desa. Hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di Kota Sibolga, mesin ketangkasan ini malah bebas beroperasi. Salah satunya berada di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota.
Ironisnya, lapak permainan yang diberi nama Nauli Game tersebut sebelumnya telah ditutup paksa oleh Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk. Selain karena tidak mengantongi izin, mesin tembak ikan yang dipakai Nauli Game dinilai sejenis dengan mesin jackpot atau mesin judi lainnya. Namun, tidak diketahui sebabnya, kenapa Nauli Game beroperasi kembali dengan menggunakan mesin tembak ikan yang sama.
Beroperasinya kembali Nauli Game, sangat disayangkan oleh warga Sibolga, yang sebelumnya sangat mengapresiasi langkah tegas Wali Kota yang telah menutup. Menurutnya, dalam surat izin Nauli Game yang diterbitkan oleh Pemko Sibolga, tercantum sebagai wahana permainan anak atau game zone.
Sementara, dari informasi yang dia peroleh, dinas perizinan Sibolga belum melakukan pengecekan terhadap mesin yang dipakai oleh Nauli Game, apakah masih sama atau sudah berganti dengan mesin permainan anak.
“Di Tapteng, Camat saja bisa menutup itu. Disini, disamping kantor Camat pun, mereka pura – pura tidak tahu. Wali Kota Sibolga harus tegas, masa sudah tutup, tanpa ada surat pemberitahuan bisa dibuka kembali oleh pengusaha dengan mesin yang diajukan tetap mesin tembak ikan. Dan sampai sekarang pihak dinas perizinan belum mengecek jenis mesinnya, apakah sesuai dengan pengajuannya. Karena sudah pernah saya tanya orang perizinan, Sinaga, belum kami cek itu katanya,” kata Domenius, Rabu (24/7).
Tak hanya itu, beroperasinya kembali Nauli Game dinilai sebagai bentuk arogansi dari pengusaha. “Masih permaianan judi, karena masih menggunakan mesin tembak ikan. Menurut saya, mereka ini arogansi,” ketusnya.
Terkait rokok yang dijadikan taruhan dalam permainan ketangkasan Nauli Game, Domenius menduga hanya sebuah kamuflase belaka. Karena, dari penelusuran yang dilakukan, hadiah rokok yang diperoleh pemain dapat ditukarkan kembali menjadi rupiah bila pemain sudah tidak ingin melanjutkan permainan.
“Nanti bisa dilihat bagaimana teknis permainannya. Rokok pun tidak diperbolehkan. Karena, setelah rokok diperoleh, maka pemain bisa menukarkan rokok tersebut dengan uang,” ungkapnya.
Padahal masih kata dia, Kota Sibolga telah berbenah menjadi kota pintar atau Smart City. Namun, sangat disayangkan bila sampai sekarang perjudian di Kota berjulung Negeri Berbilang Kaum Perekat Hubungan Antar Umat Beragama ini belum bisa dibasmi. Untuk itu, Domenius berharap Wali Kota segera menutup Nauli Game.
“Kita sudah membentuk kota yang smart city, kota pintar yang administrasinya terintegrasi, yang dapat diakses melalui internet. Masa, judi masih bebas dan bermain secara terang – terangan, ditengah kota pula. Kalau bermain dipinggiran kota masih mending. Sebagai warga Sibolga, saya hanya berharap, lapak permainan tembak ikan itu ditutup kembali,” tegasnya. (hen)






