SIBOLGA NEWS – JAM 11.00 WIB
Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga sangat memperhatikan masyarakatnya, terbukti dengan berbagai program yang pro rakyat. Salah satu program yang merakyat adalah program pemberian bantuan sosial terhadap keluarga yang meninggal dunia dengan memberikan bantuan berupa dana Rp. 1 juta/org yang meninggal, dengan syarat pihak keluarga mengurus berkas yang berkaitan dengan kematian keluarga di Kelurahan agar di ajukan ke Kecamatan dan di cairkan oleh Dinas Sosial kota Sibolga
Namun sayang, dalam pelaksanaan di lapangan ada ditemukan beberapa kejanggalan, kami menduga bahwa ada oknum yang melakukan tindakan manipulasi data,” ucap Fernandes Hutabarat Tim Investgasi LSM VOSY Kota Sibolga didampingi Poltak Parluhutan Silaban
Dijelaskannya, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan di lapangan bahwa data orang meninggal yang diberikan bantuan oleh Pemko Sibolga pada Kecamatan Sibolga Utara terdapat 171 orang yang meninggal, namun menurut data yang kami dapat ada 185 orang. “Kami menduga bahwa ada oknum yang melakukan tindakan manipulasi data,” sebutnya
Kasi Kesos Fernando Pasaribu ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut menyebutkan bahwa bantuan yang diberikan oleh Dinas Sosial tersebut itu setiap tahun ada kuota nya, jika terdapat orang yang meninggal melebihi kuota pada 1 tahun. “Maka sisanya akan di tampung di tahun berikutnya,” jelasnya
Disampaikannya, sejauh ini belum pernah kuota tersebut kurang. Karena setiap tahun anggaran tersebut habis setiap tahun nya.
Saat kami meminta data orang yang meninggal pada tahun 2017 di Kecamatan Sibolga Utara, kami menemukan kejanggalan data. Dimana data orang meninggal yang mendapat bantuan oleh Pemko Sibolga pada Kecamatan Sibolga Utara terdapat 171 orang yang meninggal yang di cairkan pada termin 1: 95 orang, pada termin ke 2: 76 orang
Namun menurut data yang kami dapat dari dinas sosial ada 185 orang, di saat kami pertanyakanan dimana letak kesalahan data yang ada di dinas sosial dengan data di Kecamatan Sibolga Utara, Kasi Kesos ini berdalih tidak mengetahuinya. (dp)






