Bocah Tewas Usai Tenggak Disinfektan

oleh -184 views

SERAMBI NEWS – JAM 09.00 WIB

Pandemi corona membuat orang-orang jadi awas akan kesehatan.

Terlebih corona merupakan musuh yang tak terlihat membuat manusia semakin waspada.

Salah satunya menggunakan cairan disinfektan untuk membunuh virus-virus penyebab corona.

Walau demikian cairan disinfektan tak boleh digunakan sembarangan dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kejadian tak sengaja meneguk cairan disinfektan, seorang anak berusia 2 tahun berinisial MA, di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia, Senin (20/4/2020) malam.

Anak balita berjenis kelamin pria asal Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, ini sempat kritis dan mendapatkan penanganan tim medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu.

Ayahanda almarhum MA, Sihabudin membenarkan anak keduanya telah meninggal dunia Senin malam, setelah beberapa jam mendapatkan penanganan tim medis.

“Ia putra kedua kami meninggal dunia di rumah sakit Palabuhanratu,” ungkap Sihabudin saat sikonfirmasi, Senin malam.

Dia mengakui sudah ikhlas melepas kepergian sang anak untuk selama-lamanya.

Baca Juga :  Teken Kepres, Jokowi Tetapkan Rabu 27 Juni Sebagai Hari Libur Nasional

Begitu juga istri dan keluarganya sudah ikhlas karena semuanya takdir Tuhan.

“Kami keluarga semuanya pasrah,” aku dia yang juga sebagai Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Bantargadung.

Sebelumnya kepada wartawan, Sihab sapaan akrabnya, menuturkan peristiwa meninggalnya anak balita ini berawal saat korban pulang dari bermain yang diantar sama kakeknya.

Saat tiba di rumah, korban sepertinya kehausan dan sempat bilang ingin minum.

Namun korban langsung mengambil botol air minum dalam kemasan (AMDK) yang berisi sisa cairan disinfektan.

Padahal botol plastik tersebut disimpan dan disembunyikan di bawah kursi.

“Sempat dicegah sama eyangnya juga. Tapi sepertinya sudah ada yang terminum,” tutur dia.

Mengetahui kejadian itu, Sihab langsung meminumkan minyak sayur untuk memancing agar cairan disinfektan yang terminum bisa dimuntahkan.

Beberapa saat kemudian korban akhirnya muntah.

Setelah diberikan pertolongan pertama, akhirnya korban dibawa ke RSUD Palabuhanratu.

Di IGD RSUD Palabuhanratu, korban sempat dibantu menggunakan alat bantu pernafasan.

Baca Juga :  Ederson Moraes Dapat Sorotan Terhadap Aksi Beraninya

Menurut dia, informasi dari petugas medis anaknya harus dirawat di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit).

Namun alat itu hanya ada di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi dan RS Hermina.

Namun ruang PICU di kedua rumah sakit itu informasinya penuh.

“Saya dapat antrean nomor tiga di RSUD Syamsudin dan menunggu keputusan jam 21.00 WIB. Saat itu kondisi anak saya sudah kritis,” kata Sihab.

Dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini, dia menuturkan mendapat tugas sterilisasi di perbatasan Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Lebak Provinsi Banten di Kecamatan Cisolok.

Cairan disinfektan dalam botol plastik yang berada di rumahnya didapatkan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.

Rencananya disinfektan itu untuk dipakai menyemprot lingkungan sekitar tempat tinggalnya dan masjid yang jaraknya sekitar 10 meter dari kediaman Sihab.

“Setelah mengambil cairan disinfektan untuk menyemprot masjid, botolnya saya simpan di bawah kursi,” tutur Sihab. (net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *