Mahfud Md Sebut New Normal Masih Wacana Karena Belum Ada Keputusan

oleh -455 views
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Meko Polhukam) Mahfud Md

Jakarta News – Jam 17.00 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Meko Polhukam) Mahfud Md mengatakan kebiasaan baru atau new normal yang sedang digaungkan saat ini masih menjadi wacana. Dia menyebut belum ada keputusan resmi dari pemerintah terkait hal tersebut.

“Sekarang ini pemerintah ada wacana belum keputusan, belum keputusan, wacana bagaimana tentang new normal itu,” ujar Mahfud saat halal bihalal virtual bersama keluarga besar Universitas Sebelas Maret yang disiarkan langsung di YouTube Universitas Sebelas Maret, Selasa (26/5/2020).

Mahfud menuturkan, pemerintah sudah melakukan perhitungan penurunan jumlah kasus Corona melalui beberapa permodelan yang diajukan dalam sidang kabinet. Dari beberapa metode tersebut, ditemukan adanya penurunan.

“Oleh sebab itu, ada model-model perhitungan, pemodelan matematis di dalam sidang kabinet, itu ada tiga sumber. Metode begini gimana, metode ini gimana, metode yang satu diajukan oleh Menteri Perekonomian yang satu diajukan oleh ketua Bappenas, kemudian ada yang satu oleh KSP, Ini metode ketemu semua, oh ini ada penurunan,” katanya.

Baca Juga :  Diperempat Final China Open 2019, Langkah Owi/Winny Terhenti

“Kalau ada pembatasan gerakan misalnya, Jakarta pembatasan gerakan. Tapi semuanya bisa dihitung sekarang, Jakarta sudah 0,9. Ada sembilan provinsi di bawah 1, ini lumayan bagus. Tapi ada yang tinggi sekali di Gorontalo di Jawa timur dan macam-macam itu ada hitungannya,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, kemudian muncul pemikiran untuk melakukan kehidupan normal yang baru. Dia mengatakan kehidupan baru atau new normal menjadi wacana yang berkembang meski dirinya mengakui akan ada kontroversi.

“Nah di dalam keadaan itulah kita lalu mulai berpikir bagaimana kita hidup normal dengan fakta-fakta itu. Karena apa? Nggak mungkin kita orang mau jualan nggak bisa, orang mau membeli nggak bisa, ini nggak bisa gitu. Nah ini lah wacana yang berkembang ada yang setuju. Mari kalau soal setuju nggak setuju itu antar dokter saja beda-beda. Ada dokter IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang mengatakan jangan sekali-sekali diadakan pelonggaran itu bahaya, itu pembunuhan massal,” ucapnya.

Baca Juga :  Saat Gelar Razia Satpol PP Brutal, Warga Diseret & Dipukul

“Tapi wakil ketua IDI ketika di Jogja mengatakan ngapain takut-takut katanya, itu anggap saja biasa gaungan itu malah membunuh orang banyak. Jadi dokter beda-beda, ulama juga beda-beda. Nggak boleh mudik kata ulama satu, kenapa masjid ditutup. Kata yang satu harus ditutup, beda-beda sosiologi nya juga beda-beda,” terangnya.

Mahfud menyampaikan, pemerintah melakukan diskusi untuk mengambil keputusan yang terbaik. Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait wacana new normal.

“Dan kita harus mengambil keputusan yang terbaik bagaimana yang terbaik, mari kita diskusi. Belum ada keputusan apapun terkait itu semua, masih dalam wacana dan kontroversi masih ada. Tetapi kita harus terbiasa menghadapi itu seperti yang saya katakan tadi bawa Corona is like your wife, you can try to control, then you realize that you can learn to life with it,” tuturnya. (int)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *