Komisi Infokom MUI Sumut Sosialisasi Pencegahan Bahaya Berita Hoax

Daerah, Sibolga927 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 9.30 WIB

Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara lakukan sosialisasi dan upaya pencegahan bahaya berita hoax di media sosial, serta pelatihan jurnalistik Islami dan IT di seluruh Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara yang dilaksanakan di Aula Nusantara Kantor Walikota Sibolga, pada Sabtu (22/08).

Dalam sambutannya, Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, Politik dan Sosial Pemko Sibolga Drs. Yasman menyampaikan bahwa berita hoax adalah informasi yang palsu atau berita yang tidak benar yang belakangan ini banyak bertebaran di media sosial yang dapat meresahkan masyarakat.

“Tetapi terkadang informasi yang disebarkan tersebut merupakan informasi yang tidak benar,” katanya

Yasman juga menjelaskan, bahwa maraknya penggunaan Smartphone membuat masyarakat dapat mengakses internet dengan mudah, kapan dan dimana saja. Penggunaan media sosial telah menjadi rutinitas dalam kehidupan sehari – hari masyarakat, banyak kegiatan yang tidak lagi harus dilakukan dengan komunikasi langsung (tatap muka) melainkan cukup hanya dengan komunikasi secara online dengan media sosial.

“Saat ini kita harus lebih berhati – hati dalam menggunakan dan menerima informasi yang beredar di media sosial. Pasalnya tidak semua informasi tersebut bias kita buktikan kebenarannya, dan banyak sekali maraknya kasus penyebaran berita yang tidak benar atau bisa kita sebut dengan hoax. Terutama yang sering mengakses dan menggunakan media sosial hampir setiap saat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Jakira Jandi menyampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan upaya pencegahan bahayanya berita hoax di media sosial atau berita bohong ini kita para ulama harus bisa lebih berhati – hati kedepannya dalam bermedia sosial.

“Karena berita bohong didunia maya akhir-akhir ini bermunculan, berita tersebut menggunakan judul sensasional yang provokatif. Penolakan upaya provokasi dan penyebaran berita bohong yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin gencar dilontarkan berbagai kalangan masyarakat,” ujarnya

Senada juga disampaikan, Ketua Komisi Infokom MUI Sumut Dr. H. Asren Nasution mari kita berikan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap penyebaran berita bohong dan upaya provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan diunggah melalui media sosial. Mari kita menolak aksi provokasi dan penyebaran berita hoax, juga mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga situasi yang kondusif demi kepentingan bersama.

“Mudah-mudahan materi ini menjadikan ilmu yang bermanfaat untuk kita disosialisaikan kembali kepada kalangan masyarakat, berita hoax adalah berita yang sangat berbahaya. Karena dapat menyebabkan kerugian materi dan dapat menghilangkan jiwa, sehingga wajib hukumnya memerangi berita hoax tersebut,” sebutnya

“Jangan sampai masyarakat kita terjebak dengan berita hoax, karena dapat merugikan kita semua, selain kerugian materi, jiwa kita juga bisa terancam. Maka dari itu budaya tabayun sebelum kita menyebar luaskan berita hoax tersebut, kita harus mempertimbangkan sisi negatifnya terlebih dahulu, atau kita lakukan cek and ricek kebenaran berita di medsos itu,” tambahnya

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Kota Sibolga Drs. H. Nurdiswar Jambak, Plt. Bupati Pakpak Barat, Selaku Ketua Komisi Infokom MUI Sumut Dr. H. Asren Nasution, MH serta Perwakilan MUI se- Sumatera Utara. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *