SIBOLGA NEWS – JAM 11.00 WIB
Hampir di seluruh Indonesia dan termasuk di kota sibolga Provinsi Sumatera Utara, mengalami kematian akibat pandemi Covid-19. Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 banyak yang bertugas di pemulasaran Jenazah Covid-19 termasuk RSUD FL Tobing kota Sibolga.
Pengabdian dan perjuangan perawat dalam penanganan pandemi Covid-19, tidak semua mendapat apresiasi dari masyarakat.
Hal sebaliknya, Penganiayaan secara bersama beberapa orang keluarga pasien terjadi pada tanggal 6 Agustus 2021 pada salah satu perawat pemulasaran jenazah Covid-19.
Menindaklanjuti Laporan Polisi ke Polres kota sibolga pada tanggal : 7 Agustus lalu oleh anggota DPD PPNI Kota Sibolga, yang dianiaya oleh Keluarga Jenazah yang terkonfirmasi Covid-19, di RS. FL. Tobing Kota Sibolga tempo hari, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PPNI, Provinsi Sumatera Utara, Mahsur al Hazkiyani turun langsung ke kota Sibolga.
Sesampainya di Kota Sibolga, Mahsu al Hazkiyani langsung berkoordinasi dengan Ketua DPD PPNI Sibolga, Sahat Hutajulu. Dengan melakukan rapat yang juga diikuti 10 Ketua dan didampingi pengurus DPD Kabupaten/Kota PPNI di Sumatera Utara, sebagai bentuk dukungan & motivasi kepada teman sejawat perawat di sibolga, pada Kamis 26 Agustus 2021, sekira jam 10.00 Wib di RSUD F.L.Tobing Kota Sibolga
Mahsur mengatakan, pihaknya mendatangi Polres Sibolga ingin menanyakan sejauh mana atas laporan anggota nya yang menjadi korban penganiayaan, sembari juga memberikan semangat dan upah-upah kepada NI (32) Perawat yang bekerja di RSUD F.L.Tobing, Kota Sibolga.
“Anggota kami sudah mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada Sabtu yang lalu di antar langsung ke rumahnya,” kata Mahsur.
Dikatakan Mahsur, bahwa pihaknya dari PPNI Sumatera Utara telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Polres Sibolga melalui Kanit Pidum. Kedatangan PPNI pun langsung disambut dengan baik.
“Jadi menurut kami kalaupun prosesnya cukup lambat, tapi pihak Polres Sibolga akan menindaklanjuti itu. Karena menurut kami ini adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan tidak bermoral. Pemukulan kepada Perawat yang bertugas, apalagi ini dilakukan dengan secara pengeroyokan, tidak dapat ditolelir dan kami segenap pengurus dan anggota yang terhimpun dalam organisasi profesi perawat ( PPNI), mengutuk keras perbuatan para oknum penganiayaan tersebut dan berharap agar pelaku nya dapat mempertanggung jawabkan perbuatan nya di hadapan hukum,” kata Ketua PPNI Sumut.
“Karena sebelum penganiayaan terjadi sudah dijelaskan kepada keluarga pasien bahwa sudah dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif Covid-19, maka harus dilakukan prosedur pemulasaran jenazah Covid-19, dan keluarga sudah menyetujui hal tersebut. Akibat penganiayaan tersebut, bukan hanya luka fisik yang dialami, namun anggota kita juga juga mengalami trauma psikis dan tidak bisa menjalankan tugasnya, karena takut kejadian itu akan terulang lagi,” sambungnya.
Sementara itu PPNI Sumatera Utara, beserta para Ketua DPD yang berhadir memberi suport kepada DPD PPNI Kota Sibolga tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai perawat, sambil mengkawal prsoses hukum selanjutnya.
Turut dihadiri, selain DPW PPNI Sumatera Utara, DPD PPNI Tapanuli Utara, DPD Tapanuli Selatan, DPD PPNI Humbang Hansudutan, DPD PPNI Tapteng, DPD PPNI Padang Sidimpuan, DPD PPNI Padang Lawas (Palas), DPD Padang lawas utara ( Paluta), DPD madina, DPD PPNI Simalungun, DPD PPNI Kota Sibolga. (ben)






