Dikeluhkan Warga, Tanah Timbunan Pembangunan Cafe Berserakan di Jalan

Daerah, Tapanuli Tengah1367 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 13.51 WIB

Pengangkutan tanah timbunan untuk Pembangunan Cafe berserakan di badan yang berada di Jalan Padang Sidimpuan, Kelurahan Mangga 2, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keadaan ini dikhawatirkan membahayakan warga melintas.

Amatan News24jam.com dilokasi, tanah timbunan berserakan mulai dari depan pintu pembangunan hingga sampai Simpang Pesantren Pandan. Bukan hanya itu, pemilik pembangunan seolah tidak peduli dengan keadaan tersebut.

Ahmad Tanjung penjual makanan mengatakan, tanah berserakan sangat membahayakan pengguna jalan. Sebab, tanah yang jatuh dari mobil truk tidak dibersihkan oleh pihak pekerja atau pemilik pembangunan.

“Jadi kalau dibiarkan seperti ini sangat membahayakan pengguna jalan, karena tanah merah ini kita ketahui bersama, selain membuat abu juga membuat jalan licin, sehingga kalau tidak berhati-hati pengedara sepeda motor akan terjatuh,” ungkapnya saat ditanya News24jam.com, Senin (30/1/2023).

Seharusnya lanjut Ahmad, pemilik pekerjaan tersebut harus menyiapkan pekerja untuk membersihkan badan jalan, supaya tanah yang jatuh tidak mengganggu pengendara dan warga sekitar. Akibat dampak abu yang ditimbulkan

“Kalau terus dibiarkan seperti ini tentu sangat membahayakan pengguna jalan, maka dari itu kita meminta kepada pihak yang mengerjakan pembangunan tersebut untuk saling menjaga kenyamanan, jangan lah akibat pembangunan ini masyarakat yang melintas daerah ini jadi korban,” jelasnya.

Apalagi, katanya, jalan ini merupakan akses yang selalu dilintasi oleh kenderaan baik roda dua, tiga dan empat. Jadi, kalau badan jalan banyak tumpahan tanah merah tentunya menjadi keluhan bagi masyarakat.

Maunya tanah ini dibersihkan, jangan lepas tanggung jawab, karena jalan ini milik negara, jadi siapa saja boleh menikmatinya dengan nyaman,” pungkasnya.

Senada disampaikan, Ronal Irawan Panggabean Pengurus PAC Pemuda Pancasila Pandan dia mengatakatan tanah merah yang jatuh kejalan mengakibatkan abu yang membuat resah warga sekitar.

“Apabila pemilik pekerjaan tidak membersihkan tanah merah yang berserakan dijalan, kami akan palang dan stop mobil truk tersebut,” ungkapnya. (Herfik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *