TAPTENG NEWS – JAM 14.00 WIB
Perum Bulog cabang Sibolga melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) diminta jangan main main dalam menyalurkan beras kepada konsumen, hal itu langsung disampaikan Junedi Pasaribu kepada News24jam.com, (Jumat 1/3/202)
Junedi Pasaribu salah seorang anggota RPK ketika dikonfirmasi mengatakan ada sebanyak 2 ton beras bulog per minggu diberikan kepada konsumen, adapun jumlah RPK yang tercatat kurang lebih ada sebanyak 61 grup di Sibolga dan Tapteng.
“Akan tetapi permainan ditingkat RPK nya sistim administrasi bulog kurang baik dan kurang tegas, permainannya adalah contoh Bulog menyurve warung – warung yang tadinya tidak layak. Akan tetapi memberikan beras bulog sebanyak 400 sak, sementara sementara dia yang sanggup menjual hanya sebanyak 100 sak. Trus sisa beras bulog yang 300 sak lagi kemana mau dibuang,” ucapnya
Dijelaskan Junedi, sementara aturan dari bulog RPK tidak bisa menjual lagi kepada penjual sesama RPK dan harus langsung kepada konsumen.
“Jadi jangan main – main dengan besar Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), untuk itu SPHP dipahami dulu pengertiannya sebab diadakan pun itu uang rakyat untuk rakyat jadi hati – hati kita akan kawal trus beras rakyat ini,” jelasnya
Junedi menilai, pembagian beras bulog ini kurang tepat sasaran. Karena banyak warung yang tidak mampu mengecer atau menjual kepada konsumen dengan langsung memberikan sampai 400 sak.
“Sementara dia hanya mampu menjual hanya sebanyak 100 sak dan 300 sak lagi dipertanyakan kemana dijual, bisa – bisa yang 300 sak lagi mau dijual keluar daerah,” ujarnya
Junedi berharap, kepada pihak bulog harus lebih tegas lagi menindak RPK yang tidak sesuai dengan aturan.
“Kalau bisa langsung di blacklist saja RPK yang tidak mampu, masih banyak warung yang mampu untuk menyalurkan beras bulog ini sesuai dengan aturan dan untuk dipergunakan oleh masyarakat menengah kebawah,” ungkapnya. (Putra)






