Terkait Guru Diduga Menelantarkan Istrinya, Kadisdik : Kita Telah Memerintahkan Kepsek Yang Bersangkutan Untuk Memproses

Daerah, Sibolga920 Dilihat

SIBOLGA NEW – JAM 11.00 WIB

Terkait JS, seorang oknum tenaga pendidik di SDN 081226 Kota Sibolga yang diduga telah menelantarkan istrinya mendapat tanggapan serius dari Dinas Pendidikan Kota Sibolga.

Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Masnot, dirinya telah memerintahkan Kepala Sekolah yang bersangkutan untuk memroses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya sudah suruh kepala sekolahnya untuk memanggil mereka (JS dan istrinya) dan memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Pertama, akan dimintai keterangan dari JS dulu, baru kita minta keterangan istrinya, apa sebenarnya yang menjadi persoalan mereka berdua. Kemudian, akan membuat teguran secara tertulis. Kalau sampai 3 kali, tetap mengulangi perbuatannya, pihak sekolah akan melimpahkan persoalan tersebut ke dinas (Pendidikan),” kata Masnot, Selasa (23/7).

Meski demikian, Masnot mengaku tidak membela bawahannya tersebut, dengan menelantarkan istrinya selama setahun tanpa nafkah lahir dan bathin. Apalagi, status JS yang merupakan tenaga pendidik, yang tidak sepantasnya memberikan contoh yang tidak baik kepada masyarakat.

“Apalagi, dia masih CPNS, sudah bermasalah begini. Seorang guru, gak boleh begitu, menelantarkan istrinya,” ketusnya.

Kekecewaannya kepada JS bertambah, saat mengetahui kalau JS pernah melempar nasi yang dibawa istrinya AES dari lantai 2 sekolah tempatnya mengajar. Karena itu menurutnya, sudah menunjukkan arogansi seorang tenaga pendidik dihadapan murid dan warga sekitar. “Keterlaluan itu, itu namanya memberi contoh yang tidak baik,” kesalnya.

Mantan Plt. Kepala Dinas PU & PR Sibolga tersebut berharap, kedua pasangan suami istri tersebut dapat rukun kembali. Karena, kalau sampai 3 kali peringatan yang diberikan oleh sekolah dan Dinas Pendiikan tidak diindahkan, maka persoalan tersebut akan sampai ke tingkat Inspektorat.

“Kalau ditingkat sekolah dan dinas tidak juga bisa dibina, maka akan kita limpahkan ke Inspektorat. Biar Inspektorat nanti yang memberikan pembinaan,” tegasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *