TAPTENG NEWS – JAM 13.00 WIB
Guna memerangi peredaran gelap narkoba dan pencurian yang dinilai kian meresahkan, pemerintah Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat (Tapteng) menggelar musyawarah desa untuk membentuk peraturan desa (Perdes) tentang hukuman moral yang akan diberlakukan bagi warga Desa Sorkam Kanan yang kedapatan menggunakan narkoba dan juga melakukan pencurian, maka yang bersangkutan akan diusir dari Desa Sorkam Kanan
Musyawarah desa tersebut dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat yakni tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Babinsa, Babinkamtibmas, Sekcam Kecamatan Sorkam Barat besera Staf, dan juga dari satuan pendamping desa
Kemudian, apabila ada warga Desa Sorkam Kanan yang kedapatan menggunakan narkoba dan juga melakukan pencurian. Maka pelaku tersebut akan diusir dari Sorkam Kanan, hal itu sesuai hasil musyawarah desa yang telah dituangkan dalam Perdes,” ungkap Kepala Desa Sorkam Kanan Aidan Hutagalung, Jum’at (27/09)
Dikatakannya, hukuman moral itu diterapkan untuk memerangi peredaran narkoba yang sudah kian meresahkan, demikian juga pencurian yang semakin marak terjadi didesa ini
Lanjut dikatakan Aidan, saat ini warga Desa Sorkam Kanan sudah banyak yang menggunakan narkoba. Malah ada yang terang terangan menggunakan narkoba ditempat umum, untuk mendapatkan barang haram itu tidak susah bagi pengguna narkoba. Sehingga jika tidak diperangi dikhawatirkan akan merusak generasi muda dan sendi – sendi perekonomian masyarakat
“Terus terang saja, Sorkam Kanan ini sudah termasuk zona merah untuk kasus narkoba dan pencurian, karena hampir setiap minggu ada saja rumah yang dibobol pencuri. Jadi perlu ada Perdes yang tegas mengatur tentang hal itu, dan Perdes yang kita buat itu mendapat dukungan dari Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yang juga setuju jika para pengguna narkoba dan pelaku pencurian diusir dari desa ini,” sebutnya.
Aidan mengatakan, meski desa Sorkam Kanan adalah merupakan daerah yang dekat dengan pantai. Namun diprediksi masuknya narkoba kedesa itu bukan melalui jalur laut namun besar kemungkinan melalui jalur darat,” pungkasnya. (zul)






