SIBOLGA NEWS – JAM 09.00 WIB
Pedagang jalan Horas ujung masih berharap Pemko Sibolga memberi solusi kepada mereka. Salah satu yang menjadi masukan dari mereka kepada Pemko Sibolga, yakni membangun lokasi bekas bongkaran dengan bangunan permanen. Pedagang siap membayar PAD kepada pemerintah.
Hal tersebut disampaikan seluruh pedagang dilokasi pembongkaran, Jumat (4/10). “Kalau pemerintah membangun ini, kami siap membayar retribusi untuk pemasukan ke kas negara,” kata Deni Simatupang, salah seorang pedagang yang menjadi korban pembongkaran diamini pedagang lainnya.
Mereka juga berjanji akan mengakomodir ketertiban kawasan tersebut. Dengan tidak menjual minuman keras. “Kami berjanji, tidak ada lagi yang menjual minuman atau tuak suling,” ungkapnya.
Sekilas, Deni menyinggung beberapa kali surat yang pernah mereka sampaikan ke beberapa instansi pemerintah, perihal izin pemakaian lapak tersebut. Namun, hingga kini, belum ada balasan surat tersebut.
“Gak tahu kami kemana surat kami itu. Sampai sekarang gak ada balasan, tanggapan. Ke kantor Walikota kami kirim, ke kantor DPRD, kantor polisi, tetap gak ada balasan,” ketusnya.
Disamping itu masih kata Deni, surat dari Pemerintah kepada mereka, bukan perihal petugas pembongkaran kios, melainkan penertiban kios yang menjual minuman keras.
Karena menurutnya, tidak semua kios di lokasi tersebut yang menjual minuman keras, termasuk salah satunya kios miliknya.
“Kemarin katanya hanya menertibkan kios minuman keras. Kenapa sekarang malah pembongkaran. Seperti saya, hanya kopi dan teh manis yang saya jual, tapi kios saya ikut dibongkar,” kesalnya menambahkan bahwa pembongkaran tersebut bukan merupakan niat dari pemerintah daerah, melainkan usulan beberapa masyarakat yang kesal dengan kejadian perkelahian yang pernah terjadi disekitar lokasi tersebut.
Amatan, masih ada 4 kios lagi yang belum dibongkar. Dan pihak Pemko pun masih menunda pembongkaran lanjutan. Sementara, pemilik kios yang lapak dagangannya sudah rata dengan tanah berusaha untuk mengumpulkan puing – puing sisa bongkaran. (hen)






