Rumah Jauh Berat Di Ongkos, 2 Ortu Siswa Datangi Kantor Kadisdik

oleh -1.385 views

TAPTENG NEWS – JAM 11.15 WIB

Tidak sanggup untuk membiayayai ongkos anaknya ketika hendak pergi kesekolah, dikarenakan jarak sekolah dari rumah sangat jauh. Membuat kedua orangtua siswa ini mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tapteng untuk melaporkan keluhannya, kedatangan kedua orangtua siswa ini pun disambut baik oleh Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Sehat Munthe. Selasa (24/7)

Kedua orangtua siswa ini adalah Serpulus Manalu dan Enna Rinda Situmeang warga Kelurahan Pinangbaru, Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Serpulus Manalu orang tua siswa mengatakan sekolah yang sudah didaftarkan kepada anaknya itu sangatlah jauh dan memakan biaya Rp. 6000/harinya buat ongkos. Untuk itu kami berharap agar anak kami ini dipindahkan kembali ke sekolah yang ada di dekat rumah kami.

Baca Juga :  Adu Kencang, 2 Betor Nyunsep Ke Parit

“Jauh sekali jarak sekolah dari rumah kami ini pak, belum lagi ongkos setiap harinya yang dikeluarkan Rp. 6000/harinya. Itu buat ongkos becak saja, karena angkot pun  tidak ada masuk kedalam kampung ini,” jelasnya

Hal itu pun langsung disambut, Kadis Pendidikan Tapteng Sehat Munte dengan mengatakan kita disini ada aturan yang namanya Dapodik. Itu tidak sembarang kita ganti.

“Kalau anak kita ini sudah terdaftar di SMP 2, lalu dipindahkan langsung ke SMP 1. Kita tidak bisa, karena sudah terdaftar di Dapodik. Begitu juga dengan SMA,” jelas Sehat Munte

Lanjutnya, kalau hanya karena biaya ongkos yang tidak sanggup. Saya yang akan membiayai adik – adik ini.

Baca Juga :  Bocah Perempuan Asal Sitahuis Lahir Tanpa Anus

“Kalau ongkosnya biar saya yang tanggung semua, tapi ingat ini janji saya ya. Tetapi jika kalian tidak sekolah itu dosa bagi kalian, tiap bulan datang kemari minta sama saya, tapi transpot ya,” ujarnya

Sambungnya, itulah jalan solusi bagi saya selaku Kadis Pendidikan Tapanuli Tengah. Kalau buat untuk pendidikan tidak mungkin saya tidak bantu.

“Demi menunjang kesenjangan pendidikan yang ada di desa, kami punya program. Siapa anak – anak drop out dikampung atau di desa, kedepan akan dibuat mereka sekolah kembali. Itulah program pak Bupati kepada saya,” sebutnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *