Aspal Pecah Dan Kembung, Ketua LSM KPK Ragukan Kualitas Jalan Rp. 1.3 M

oleh -567 views
Ketua Tim Investigasi LSM KPK Mangantan Lumbantobing saat memperlihatkan kualitas Aspal Pecah dan Kembung yang ada di Jalan Johannes Pasaribu Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB

Ruas jalan hotmix yang baru selesai dikerjakan sudah terlihat rusak. Pada beberapa titik terdapat aspal yang pecah dan terkelupas. Ada juga yang kembung.

Ketua Tim Investigasi LSM KPK Mangantan Lumbantobing, Jumat (10/8) ketika dikonfirmasi mengatakan rusaknya ruas jalan yang menelan anggaran sekitar Rp. 1.3 Milliar tersebut menimbulkan tanda tanya dan patut diragukan kualitasnya.

“Tadi saya lihat aspal sudah terkelupas, patut diduga kualitasnya yang tidak pas. Diminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sibolga, PPK – Bidang Bina Marga untuk segera memperbaikki dan diminta kepada tim pengawas dan pengaman pemerintah pembangunan daerah kajaksaan negeri Sibolga untuk turun kelapangan mencek pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambangi Penderita Hidrosefalus, Kapolres Sibolga : Tidak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan

Mangantan menyayangkan pihak kontraktor sepertinya hanya mengejar target tanpa menjaga kualitas. Kita sayangkan anggaran yang sampai miliaran itu hanya dihamburkan untuk hotmix yang tidak berkualitas dan terancam tidak bertahan lama.

“Ini melukai dan menciderai hak masyarakat untuk mendapatkan hasil dari sebuah pembangunan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka waktu panjang,” sebutnya

Baca Juga :  Nelayan Tradisional Sibolga Mengeluh, Penegak Hukum Tak Serius Membrantas Pukat Trawl

Pada papan informasi proyek di lokasi, proyek ini merupakan pekerjaan peningkatan Jalan Johannes Pasaribu Kota Sibolga. Dengan dana sebesar Rp. 1. 349. 584. 000 Tahun 2018. Proyek ini dikerjakan CV. Rezeki Ananda dan proyek ini didampingi oleh Tim Pengawas dan Pengaman Pemerintah Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Sibolga. (hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *