oleh

Ada Kecurangan Dalam Penyeleksian Calon Kepdes, Ratusan Warga Unras Di Depan Kantor Bupati dan DPRD Tapteng

TAPTENG NEWS – JAM 13.00 WIB

Ratusan masyarakat demo didepan kantor Bupati dan DPRD Tapteng, meminta kepada wakil rakyat dan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani agar turun untuk menangani permasalahan dalam pemilihan kepala desa (Kepdes), yang seyogianya ada kecurangan dalam penyeleksian calon kepala desa di Tapanuli Tengah, Senin (27/8).

Ratusan masyarakat meminta, agar anggota legislatif dan Bupati Tapteng ikut serta membantu dalam penyeleksian calon Kepdes yang digugurkan secara sepihak dan tidak transparan. Padahal pemilihan Kades ini adakan di adakan pada 12 September 2018 mendatang.

ratusan massa saat mengangkat poster yang bertuliskan kekesalan dalam aksi Unras

Sebelumnya masyarakat dari beberapa Desa sudah pernah turun aksi didepan kantor DPRD Tapteng dan langsung ditanggapi oleh Bhakti Marbun anggota DPRD Tapteng dari fraksi Golkar dan didampingi oleh anggota dewan lainnya. Setelah mendengar aspirasi masyarakat dari beberapa desa, pihak DPRD memanggil perwakilan dari beberapa desa untuk dimediasi di gedung DPRD Tapteng.

Sementara dari hasil pernyataannya, dalam pemilihan calon kepala desa tidak mempunyai aturan. Aturan yang diberikan seyogianya sepertinya tidak tepat, diduga sepihak yang dilakukan oleh panitia penyelenggara pemilihan kepala desa.

Nimrot Hutagalung selaku perwakilan masyarakat mengatakan ada apa dengan Pemkab Tapteng, sesuka hatinya melakukan penyeleksian pemilihan Kepdes. Apa yang membuat kami bisa menjadi gugur untuk mengikuti calon Kepdes di desa kami.

Baca Juga :  Di Kecamatan Andam Dewi, 4 Warga Tertimbun Longsor dan 1 Diantaranya Ditemukan Tewas
Warga mengangkat Poster yang bertuliskan kekesalan dalam aksi Unras di depan Kantor Bupati Tapteng

“Mereka tidak transparan dalam pemberitahuan, mereka itu juga tidak efektif masa pemberitahuan dikabarkan jam 12 malam. Ada apa? tanya Nimrot

“Apakah ada pengkondisian di Pemkab Tapteng ini,  mereka seperti pilih kasih. Ini bukan negara pribadi, ini negara Indonesia. Kami mohon keputusannya agar penyeleksian Kepdes di evaluasi kembali,  kami memohon kepada wakil rakyat agar permasalahan ini bisa diselesaikan,” tambahnya

Sementara itu, Jonas Pardomuan Sinaga selaku koordinator aksi mengutarakan, dalam pemilihan Kepdes tahun 2018 banyak kecurangan – kecurangan yang dilakukan demi kepentingan – kepentingan untuk tahun 2019 mendatang.

“Aksi ini tidak ada yang direkayasa, ini keputusan mutlak bagi kami penduduk di tapanuli tengah. Kalau proses adminitrasi boleh saja diikuti akan hasil dari pada seleksi belum tentu mutlak, mereka dinyatakan kalah atau gugur. Setau kami dalam pemilihan Kepdes ada tiga faktor yang harus dilengkapi juga yaitu mengenai usia, pendidikan dan pengalaman dan itu tidak pernah yang seyogianya ujian segala,” koar Jonas

Bhakti Marbun selaku ketua DPRD Tapteng dan beberapa anggota dewan lainnya menampung dan menyerap aspirasi masyarakat yang demo si depan DPRD dengan mengajak masuk ke gedung DPRD buat di mediasi.

Dalam mediasinya, sejumlah Ketua DPRD dan anggota dewan lainnya masih sebatas menampung aspirasi masyarakatnya dan akan memanggil panitia penyelenggara untuk menanyakan daripada hasil seleksi calon kepala desa, agar lebih transparan.

Baca Juga :  Seorang Nenek Terlidas Truk Tanah di Pasir Bidang

“Kita akan surati dulu panitia penyelenggara pemilihan calon kepala desa, gimana agar selanjutnya mereka  lebih terbuka dalam penyeleksian ini. Kiranya bapak ibu bisa bersabar dan menunggu, kami akan rapatkan lagi secepatnya. Kkami akan mengabari kembali persoalan ini,” ujarnya

Senada disampaikan Martin Tobing selaku anggota DPRD dari fraksi Demokrat dia menyampaikan bahwa dirinya menegaskan dan telah mencatat apa yang telah mereka sampaikan kepada wakil rakyatnya.

“Ini merupakan catatan kecil bagi kami selaku anggota dewan tentunya, kita akan panggil panitianya. Kita akan luruskan sebagai dengan dasar undang – undang yang berlaku, berikan kami waktu sebagai wakil rakyat untuk membahas ini,” sebutnya.

Ratusan warga saat Unras di Depan kantor Bupati Tapteng

Disisi lain disinggung apabila tidak di indahkan atau tidak diadakan seleksi ulang kepada calon kepala desa dirinya (Hutagalung red) kami akan melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

“Apabila tidak diindahkan, kami akan turun dua lagi dengan jumlah masssa yang lebih banyak lagi untu demo didepan kantor DPRD dan Bupati Tapteng,” pungkas Hutagalung.

Usai melakukan aksi demo didepan kantor DPRD Tapteng, ratusan massa kembali melakukan orasi didepan kantor Bupati Tapanuli Tengah. Akan tetapi tidak ada respon dari aparat pemerintah. (bs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed