SIBOLGA NEWS – JAM 13.00 WIB
Ketua Kelompok Nelayan Tolong Menolong (KNTM) Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Ikhmadluddin Lubis menyebutkan, sebenarnya pemberantasan pukat trawl di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah sangat mudah dilakukan jika instansi dan aparat terkait mau bekerja dengan serius. Sebab pintu jalur keluar masuk kapal di teluk Sibolga hanya satu.
“Pintu hanya satu, tapi kenapa tidak bisa ditangkap. Tidak ada pintu yang lain, mereka keluar dan masuk dari situ juga,”sebutnya
Untuk itu, saya tidak ada tawar menawar dalam hal ini. Hentikan kapal trawl. Kalau aparat dan pemerintah tidak bisa mengawal Permen KP No. 02 Tahun 2015 dan No. 71 Tahun 2016 penyempurnaan Permen No. 02 Tahun 2015, maka masyarakat yang akan mengawal.
“Kalau memang pemerintah daerah tidak sanggup serahkan kepada KNTM, akan kami ratakan semua,” tegas Ketua KNTM yang mengaku mempunyai anggota sebanyak 500 orang nelayan tradisional. (tim)






