SIBOLGA NEWS – JAM 16.00 WIB
Karena sempat terlihat awak media berada di komplek rumah sakit DR FL Tobing Sibolga, Kapolsek AKP Toni Simanjuntak enggan beri keterangan dan langsung tancap gas terkait kasus penikaman guru di Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah. Sabtu (15/09)
Kapolsek terlihat buru – buru naik mobil dan langsung tancap gas keluar dari komplek rumah sakit. Saat di datangi awak media untuk menanyakan keterangan Kapolsek ini hanya mengatakan bahwa dirinya mau ke Polsek
“Saya mau ke ke Polsek dulu,” ucapnya dari kaca mobil yang hanya terbuka sedikit.
Kemudian Awak media kembali menanyakan Keterangan lagi, Namun Kapolsek ini malah tancap gas.
Peristiwa penikaman guru berinisial PS (40) terjadi ketika sedang menasihati muridnya berinisial AP, saat hendak masuk kembali ke ruangan kelas setelah jam istirahat.
PS adalah guru otomotif di SMK Negeri 1 Sorkam. Insiden penikaman yang dialaminya disebut – sebut saat ia merangkul AP sambil berjalan.
Diduga PS sedang menasihati pelaku AP karena saat di luar sekolah sempat melayangkan makian.
Namun nahas, bukannya mendengarkan nasihat PS, murid yang disebut-sebut nakal selama di sekolah tersebut malah menusuk gurunya di bagian perut sebelah kiri sebanyak 2 kali menggunakan pisau yang diduga sudah dibawa sebelumnya.
Korban pun sempat dirawat di Puskesmas Gonting Mahe untuk mendapatkan perawatan sementara sebelum dibawa ke RSU DR FL Tobing Sibolga.
Sementara pihak rumah sakit DR FL Tobing Sibolga menyatakan, korban kemungkinan akan menjalani operasi kecil pada bagian luka tusuk.
“Iya ini mau di operasi ringan, benar ada luka tusuk dua kali di perut,” kata Humas RSU DR FL Tobing, Tigor Tambunan kepada wartawan di RSU DR FL Tobing.
Menurut Tigor, kondisi korban sudah mulai pulih. Kendati korban masih tetap dirawat secara intensif. Luka pada bagian perut bekas penusukan tersebut, lanjut Tigor akan dijahit.
“Ditusuk itu pakai pisau stainles, jadi akan dilakukan proses jahit di bagian luka,” katanya. (nt)






