Jakarta News – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan tantangan terbesar memasuki Pemilu 2019 adalah berita palsu atau hoaks. Pasalnya, hoaks langsung berpengaruh kepada cara pandang masyarakat.
“Ancaman yang paling besar adalah hoaks, karena itu bisa masuk apa saja,yang diserang adalah pikiran,” ucap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Jakarta Selatan Rabu. (26/09/2018)
Dirinya pun kembali meminta masyarakat untuk lebih cerdas dalam segala hal termasuk informasi yang didapat. Terlebih, adanya kampanye hitam yang merajalela di media sosial, karya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Pemilu adalah pesta demokrasi, rakyat bergembira, menentukan pilihan terbaik sesuai dengan hati nuraninya, artinya tidak boleh ada ujaran kebencian, hasutan, dan fitnah,”ungkapnya
Sementara itu, Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi menyebutkan pihaknya menilai seluruh wilayah rawan timbul ancaman menjelang pemilu 2019. Untuk itu, pihaknya bakal pasang mata.
“Kalau kita merasa damai-damai aja itu awal kehancuran. Anggap saja semua rawan. Tidak ada yang bisa menebak wilayah mana yang akan timbul (ancaman),”ujarnya
Untuk menangkal ancaman, pihaknya siap untuk menurunkan personel di semua daerah dalam membantu Polri. Namun, itu disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dan tergantung seberapa besar ancamannya. (int)






