SIBOLGA NEWS – JAM 10.00 WIB
Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk angkat bicara soal gagalnya pembangunan gedung baru Rumah Sakit Ferdinand Lumban Tobing Sibolga senilai Rp.22 milyar.
Syarfi mengaku kecewa, anggaran proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Sumatera Utara tersebut tidak mampu diserap. Padahal diakui, untuk mendapatkan anggaran sebesar itu tidak lah mudah.
“Kalau soal kecawa, jujur saya sangat kecewa dan iba. Karena uang Rp.22 milyar ini sangat sulit untuk kita dapatkan,” kata walikota Sibolga M Syarfi Hutauruk dalam pidatonya pada acara sidang paripurna dengan agenda tanggapan Walikota atas pandangan umum anggota DPRD Sibolga, Senin (24/9) kemarin di Gedung DPRD, Jln S Parman, Kota Sibolga.
Dikatakan, meski tahun ini pembangunan RS itu tidak dapat terlaksana, namun Syarfi Hutauruk berkeyakinan dan akan berusaha mencari solusi, sebelum masa jabatannya berkhir pembangunan Rumah Sakit yang digadang – gadang akan menjadi RS rujukan di kawasan pantai barat Sumut itu dapat terwujud.
“Saya punya ambisi dan mimpi besar Rumah Sakit ini bisa selesai. Kini kami sedang berupaya mencari solusinya, saya akan mengusahakan uang sebesar Rp.162 milyar lebih untuk membangun rumah sakit ini selesai. 2019 atau 2020, mudah – mudahan saja kita doakan,” tegasnya.
Proyek ini menurutnya harus dikerjakan dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari.
“Saya juga tahu kesulitan para panitia pengadaan barang dan jasa begitu takutnya, terkahir tidak ada yang menawar, mungkin dalam tawaran itu HPS nya terlalu rendah, sehingga tidak ada yang menawar,” sebutnya.
Lanjutnya mengatakan, mekanisme sebenarnya dalam Perpres nomor 70 tahun 2012 disebutkan apabila pelelangan ulang gagal, maka kelompok kerja ULP dapat melakukan penunjukan langsung.
“Mereka meminta izin supaya dilakukan Penunjukan Langsung, saya katakan jangan. Bahaya, biarkan saja gagal apa boleh buat,” ujarnya.
Sebelumnya, pasca dilakukannya peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Rumah Sakit FL Tobing Sibolga oleh Ir Tengku Erry Nuradi Gubsu pada akhir Maret 2018 lalu. Hingga kini tidak ada tanda – tanda akan dikerjakan.
Pembangunan gedung baru RS ini juga sempat menuai polemik, lantaran Pemko Sibolga melakukan penggusuran sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Palang Merah samping areal Rumah Sakit FL Tobing Sibolga dan hingga kini jalan tersebut masih ditutup. (hs)






