TAPTENG NEWS – JAM 10.00 WIB
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) gelar sidang penanganan pelanggaran administratif pemilu terkait laporan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tapanuli Tengah terhadap terlapor Calon Legislatif dari Daerah Pemilihan Dua atas nama H Imam Safii Simatupang, Jumat (5/4) sekira jam 10.00 WIB.
Dalam sidang kali ini mendengarkan dari kedua Terlapor dan Pelapor di hadapan ketiga Majelis, yakni Safran Matondang selaku Divisi Organisasi Sumber Daya Manusia Data dan Informasi, Zirzie Saidan Panjaitan selaku Divisi Bidang Pengawasan dan Ir Setiawati Simanjuntak selaku bidang Divisi Organisasi Sumber Daya Manusia Data dan Informasi.
Pelapor dari Ketua Umum Cabang Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sibolga-Tapteng, M. Yusuf Damanik tertanggal 2 April 2019 kemarin. Langsung ditanggapi oleh Bawaslu Tapanuli Tengah.
Yusuf mengatakan, bahwa ada dugaan pemalsuan identitas Caleg dari salah satu Parpol, dikatakannya berdasarkan bukti yang ada. Kuat ada pemalsuan identitas. “Makanya kami yakin dan percaya melaporkan ke Bawaslu Tapteng,” sebutnya.
Dalam hal ini juga pihak KPU Tapanuli Tengah juga lalai dalam mendata administratif pemilu.
“Kenapa saya bilang seperti itu karena tadi kata terlapor (Imam Safii red) mengatakan dia sudah melampirkan berkas yang sudah lengkap ke KPU dan akta cerai, KTP semua sudah lengkap tapi kenapa di silon dan di pom bb 2 DPRD Kabupaten disitu masih tertulis status menikah, kalau pun ada status menikah untuk apa akta cerai tadi,” koar nya.
Sementara Yusuf juga menjelaskan pihak KPU akan dihadirkan ke Bawaslu pada Kamis tanggal 11 April 2019, untuk proses selanjutnya. “Kita tunggu aja kelanjutan sidangnya,” ucapnya.
Disisi lain terlapor Imam Safii juga mengutarakan, bahwa dirinya sudah tunjukan di laporan KPU itu sudah dilampirkan KTP,KK dan Cerai hidup. “Kalau saya ada memalsukan berarti saya sudah masuk penjara dong,” katanya.
Sementara dia mengatakan kalau dirinya tidak membuat status kawin artinya anaknya tidak ada, kalaupun ada permasalahan administratif dirinya akan perbaiki. “Tapi wajarnya itu sebagai generasi muda HMI bisa memantau pemilu di Tapanuli Tengah,” sebut Imam. (bs)






