Pakai BPJS Berbayar, Pasien Warga Lubuk Tukko Merasa Kecewa

oleh -688 views
Pakai BPJS Berbayar, Pasien Warga Lubuk Tukko Merasa Kecewa

TAPTENG NEWS – JAM 10.30 WIB

Maslin Panggabean warga Lingkungan IV, Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah penderita penyakit tumor pangkreas kecewa dengan pihak BPJS yang ada di Tapanuli Tengah (Pandan), lantaran dirinya merasa di abaikan dengan pihak rumah sakit yang menanganinya.

Pasalnya, penyakit Maslin yang semakin parah ini mulanya berobat di RSUD Pandan dan akhirnya dirujuk sampai ke Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan, namun saat disana Maslin juga merasa kurang diperhatikan oleh pihak rumah sakit. Diduga lantaran hanya pengguna BPJS. Padahal BPJS yang digunakan adalah BPJS yang di bayarkan setiap bulannya sebesar Rp. 25.500,- Faskes satu kelas 3. Namun apa daya kini Maslin masih terbaring dan tidak berdaya.

Sempat di rawat inap di RSU Adam Malik, hingga dilakukan USG, CT SCAN dan terakhir ERSP namun juga belum ada perkembangan. Hingga dokter menyarankan agar melakukan berobat melalui poli bedah digestif dan penjadwalan operasi.

“Ia parahnya saat di rumah sakit pihaknya tidak bisa jadwalkan kapan bisa ayah di bedah, semua sirna karena pihak rumah sakit tidak bisa memastikan kapan waktunya di operasi,” kata Maspriadi anak dari Maslin.

Ditambahkannya, saat di RSU Adam Malik layanan Perawat sangat lambat pergantian infus saja bisa sampai satu jam lamanya. “Disitu kami tetap sabar saja,” jelasnya.

Pihak rumah sakit juga memberikan alasan bahwa dokter bedah rumah sakit adam malik sudah tua-tua, dan menyarankan agar pasien dirawat dengan jalur umum. “Kalau jalur umum biaya bisa mencapai 100 juta dari mana uang kami, jadi apa gunanya BPJS ini dibayarkan,” kesal Maspri.

Disisi lain, keluarga pasien sempat berkoordinasi dengan pihak BPJS yang ada di Pandan, namun BPJS bungkam tidak ada kepastian, “Ini soal nyawa bukan penyakit biasa saya sampaikan sama mereka namun mereka tetap diam,” ungkap Maspri kepada wartawan 18 April 2019, sekira jam 10.00 WIB.

Ditambahkan Maspri, apakah seorang pengguna BPJS di katagorikan warga miskin dan tidak layak mendapatkan pelayanan yang maksimal oleh pihak rumah sakit?

“Saya meminta pihak BPJS pertanggung jawabannya sampai kemanapun saya mau di panggil saya siap. Karena saya butuh keadilan dan hak saya sebagai warga Negara Indonesia,” ungkapnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *