TAPTENG NEWS – JAM 13.00 WIB
Ketua DPD Partai Nasdem Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Darwin Sitompul dan beberapa calon Anggota DPRD Partai Nasdem kembali datangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tapanuli Tengah. Kamis (25/4) sekira jam 13.00 Wib.
Bakhtiar mengatakan, dirinya meminta cek bukti – bukti yang diserahkan ke Bawaslu, dan melihat yang namanya C7 atau daftar hadir apakah disana ada yang tidak hadir seolah – olah dibuat hadir.
“Setau kami, hari ini kami adalah partai pemenang di daerah pemilihan satu ini. Partai Nasdem adalah perhitungan terbesar walau pihak KPU belum ada umumkan itu,” kata Bakhtiar.
Dikatakannya, pihaknya ingin sebuah kejujuran terungkap bukan sebuah kebohongan atau mengarang cerita namun fakta. Jangan ada orang lain di Tapanuli Tengah bersandiwara dalam kejadian ini seolah masif atau luar biasa, padahal yang berbicara itu yang melakukan kecurangan.
“Jadi kami duga yang berbicara itu nanti yang melakukan kecurangan, agar jangan ada tanda tanya di hati kita masing – masing. Ingat di Kecamatan Pandan ini jumlah pemilihnya 30 ribu lebih. Jadi artinya di kecamatan pandan ini beda dari kecamatan lainnya,” sebutnya.
Disebutkannya, biar fair mari sama – sama di ulang PSU di dapil 1 ini. “Kita lihat siapa pemenang nantinya biar mata seluruh penjuru bisa melihatnya bila perlu pengawas, pemantau, saksi memakai handycamp kalau bisa. Biar kita lihat siapa yang jatuh suara partai nya dan siapa yang naik suara partainya,” koar Bakhtiar.
Sambung Bakhtiar, jangan merasa ada yang hilang suara partainya padahal dia tidak pernah datang ke Tapanuli Tengah ini. Tiba – tiba hilang suaranya itu namanya berhayal.
Lanjut Bakhtiar disamping itu apalagi ada orang diluar dari Tapteng datang buat acara, lantas mereka dipilih rakyat sudah barang tentu tau mana putra daerah dan mana yang tidak.
“Sekali lagi kami dari Partai NasDem Tapanuli Tengah, meminta pihak Bawaslu agar melakukan pemilihan suara ulang di Dapil 1 ini. Agar masyarakat bisa menilai nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Tapanuli Tengah Safran Matondang mengatakan, Bawaslu punya proses dan kajian awal, setelah itu pihaknya akan melihat bukti – bukti lengkap yang ada.
“Kami belum bisa menjawab itu pastinya, sekarang kami sedang bekerja. Karna banyaknya laporan dari seluruh partai dan perseorangan jadi intinya semua akan kita proses,” timpal Safran. (ben)












