Musim Panen Di Sibabangun Produksi Surplus, Harga Gabah Naik

oleh -136 views
Petani saat merontok padi dengan alsintan

TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB

Kondisi cuaca yang mendukung, musim panen di Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), untuk tahun ini lumayan meningkat jika dibandingkan dengan hasil panen tahun sebelumnya. Untuk kali ini, para petani dapat tersenyum sumringah menghadapi Lebaran Idul Fitri yang sebentar lagi akan datang.

Disamping faktor produksi yang meningkat, harga jual Gabah Kering Panen (GBK) juga sedikit melegakan. Jika pada musim sebelumnya, harga GKP dijual pada kisaran Rp 3.900 hingga Rp 4.100 per kg, untuk musim panen kali ini harga GKP mencapai Rp 4.300 per kg. Kenaikan harga membuat petani di sentra produksi padi sedikit bernafas lega. Kebutuhan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri tidak lagi bergantung dengan hasil sadapan karet yang harganya masih stagnan pada kisaran Rp 7.500 hingga Rp 8.000 per kg.

Sejalan dengan kenaikan harga gabah, harga beras di tingkat penggilingan juga mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada harga beras medium sebesar 3,07 persen dibanding musim sebelumnya. Sementara untuk beras premium mengalami kenaikan sebesar 2,18 persen.

Sandi Pramana (47), salah seorang petani yang dijumpai saat memanen tanaman padi di areal persawahannya, Senin (12/5), mengungkapkan, produksi hasil panen kali  lumayan meningkat dibandingkan tahun kemarin. Panas matahari dalam satu bulan terakhir dan hama yang tidak terlalu mengganggu menjadi faktor meningkatnya hasil panen.

Disebutkannya, dalam fase membunting, cahaya matahari sangat diperlukan. Beruntung dalam satu bulan terakhir kemarau melanda wilayah Kecamatan Sibabangun membuat padi tumbuh dengan normal. Sementara hama lainnya seperti tikus dan unggas, tidak berpengaruh signifikan menurunkan hasil panen. Kenaikan produksi panen dikisaran 7,5 hingga 8.9 persen. “Produksinya menaik, tapi tidak terlampau signifikanlah,” sebutnya.

Ia mengakui, produksi panen yang menaik dapat sedikit membuat petani tersenyum dan bernafas lega. Dalam komdisi harga getah yang tidak bisa terlalu diharapkan, hasil panen akan bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dan juga harga yang semakin membaik, Sandi mengaku dapat tenang dalam menghadapi hari raya bulan Juni mendatang.

“Alhamdulillah,, untuk persiapan hari Raya kita sudah sedikit nyaman,” imbuhnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *