SIBOLGA NEWS – JAM 16.00 WIB
Menjelang hari raya Idul fitri 1440 H 2019 M, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sibolga menggelar Rapat Koordinasi, guna membahas ketersedian pasokan bahan pangan pokok, dan stabilitas harga serta kebutuhan lainnya, di Graha Nauli Bank Indonesia, Rabu (22/05)
Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Sibolga guna mengendalikan dan menekan harga kebutuhan bahan pangan pokok, diantaranya melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk, menyampaikan Pemerintah Kota Sibolga sudah melakukan sidak ke beberapa pasar serta gudang Bulog kota Sibolga, dan mendapati beberapa komoditas yang mengalami kenaikan bahkan ada yang diatas harga eceran tertinggi, sesuai ketentuan Pemerintah yakni gula pasir.
“Langkah – langkah strategis lainnya yang diambil pemerintah Kota Sibolga, antara lain memperkancar pendistribusian dan juga operasi pasar murah,” ujar Syarfi
Tambahnya, kemudian nanti Baznas Sibolga juga dalam waktu dekat, akan menyalurkan zakat kepada masyarakat, serta pada H-5 lebaran melalui dinas sosial, Pemko Sibolga akan mendistribusikan bantuan rastra bagi masyarakat Kota Sibolga.
Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga Suti Nasution menyatakan pada bulan april 2019, tekanan inflasi dikota Sibolga mengalami peningkatan mencapai 1,15 %. Dimana hal tersebut didorong oleh peningkatan kebutuhan komoditas pangan strategis, sejalan dengan masuknya bulan Ramadhan.
“Yang Penyebabnya adalah dimana harga bahan komoditas holtikultura diataranya cabai merah, tomat, dan bawang,” terangnya. (riz)






