Warga Rusunawa Minta Tarif Listrik Diturunkan

TAPTENG NEWS – JAM 9.00 WIB

Setelah seminggu mati lampu, ternyata warga Rusunawa di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah juga mengeluh dengan pembayaran tagihan listrik yang tiap bulannya sebesar Rp. 300 Ribu.

“Tidak logika rumah susun sekecil ini membayar sampai 300 ribuan lebih tiap bulannya, setelah di bawah kepemimpinan Viktor Tobing selaku KUPT Rusunawa Tapanuli Tengah, listrik sudah tidak normal pembayarannya. Sebelumnya warga Rusunawa saat pembayaran listrik tidak pernah menunggak lantaran beban pembayaran masih relatif normal hanya berkisar satu bulan nya mencapai 70.000 ribu rupiah,” ucap Tati Rosniati warga Rusunawa, Rabu (04/07)

Kendati demikian warga rusunawa hanya meminta kepada Pemerintah Tapanuli Tengah agar menurunkan tariff listrik di Rusunawa, karena menurut warga disana selain membayar listrik, warga juga harus membayar rumah setiap bulan nya.

“Saya tinggal disini karena saya orang tidak mampu, tapi lihat lah pembayaran listrik ngerih, tiap bulannya bengkak pembayaran. Di zaman era globalisasi seperti ini sulit mencari sesuap nasi belum lagi beban menyekolahkan anak – anak dan lainnya,” lirih Tati

Dirinya berharap, agar tarif listrik di turunkan seperti semula. Listrik saya rasa hanya di pakai memasak nasi dan nonton TV, kurasa tidak pala sampai memakan arus listrik yang signifikan

“Kalau lampu di Rusunawa lihatlah berapa titik di dalam bisa kita lihat, tetapi semoga harapan kami ini bisa di dengar,” harapnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *