Jelang HUT RI Ke 74, Sejumlah Pedagang Bendera Mengeluh

Daerah, Sibolga792 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 21.00 WIB

Menjelang Hari Kemerdekaan RI ke-74, sejumlah pedagang bendera merah putih di Kota Sibolga mengeluhkan karena omset penjualan menurun.

Jika dibandingkan tahun 2018 lalu persis dua pekan jelang 17 Agustus, omset penjualan pedagang musiman di tahun ini menurun hingga 20 persen.

“Omset turun bang. Pembeli pun sangat sepi, rata – rata pembeli kalangan menengah keatas,” ucap Andang salah seorang pedagang bendera di kawasan objek wisata Tangga Seratus Sibolga, Senin (5/08).

Pedagang asal garut Jawa Barat ini menuturkan, bahwa menurunnya omset penjualan telah berpengaruh pada kebutuhan sehari – hari selama berada di Kota Sibolga.

“Sudah dua minggu di Sibolga, banyak kebutuhan nggak tercukupi bang. Kontrakan belum bayar, makan aja masih ngutang,” ungkapnya saat melayani pembeli.

Ia juga menjelaskan, dagangan yang dijualnya berupa bendera, bandir, umbul-umbul, dan background merah putih, dengan ukuran dan harga bervariasi.

“Harga tergantung ukuran dan jenisnya. Murah 5 ribu, mahalnya 400 ribu per potong. Dapat untung cuma 5 ribu sampai 10 ribu per potong,” terangnya.

Dirinya masih berharap dagangannya dapat terjual habis sebelum puncak hari kemerdekaan 17 Agustus 2019 nanti.

“Kita punya stok 500 kodi. Baru terjual 10 kodi. Mudah – mudahan nanti pada 10 sampai 13 Agustus terjual habis, karena tanggal 16, kita sudah pulang ke Garut,” tuturnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *