Proyek Pematangan Lahan Pangkalan Truk Longsor, Rekanan Diduga Belum Lakukan Pemeliharaan

oleh -91 views

SIBOLGA NEWS – JAM 10.20 WIB

Pemko Sibolga melalui Dinas Perhubungan Kota Sibolga telah memulai pengerjaan pengkalan truk yang terletak di Km. 3 jalan Sibolga – Tarutung, Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara sejak 2 tahun yang lalu. Untuk pengerjaan 2 tahun tersebut, dimulai dengan pematangan lahan.

Dari data yang diperoleh, ditahun 2017, anggaran yang dikucurkan melalui APBD Pemko Sibolga untuk pematangan sekitar Rp700.000.000. Kemudian, dilanjutkan lagi ditahun berikutnya dengan anggaran sebesar Rp2,6 Milyar.

Namun sayang, pengerjaan tahun 2018 tersebut terkesan asal jadi. Pasalnya, dari informasi yang diperoleh, sekitar beberapa bulan usai dikerjakan dan masih dalam masa pemeliharaan, lahan tersebut longsor.

Ironisnya lagi, meski telah mengetahui kalau proyek yang dikerjakan mengalami kerusakan, namun pihak rekanan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diduga tutup mata. Padahal, sesuai ketentuan yang berlaku dalam pengerjaan proyek pengadaan barang dan jasa, rekanan masih punya tanggungjawab untuk melakukan pemeliharaan terhadap proyek tersebut dalam kurun waktu yang ditentukan, paling singkat 6 bulan. Artinya, bila kurun waktu yang ditentukan hanya 6 bulan, maka hingga Juni 2019, rekanan diharuskan melakukan perbaikan terhadap longsor yang terjadi pada lahan tersebut.

Faktanya, sejak longsor hingga kini, rekanan masih belum melakukan kewajibannya memperbaiki kerusakan tersebut. Diduga, hal tersebut sengaja dilakukan untuk menghabiskan masa pemeliharaan. Sehingga, pihak rekanan tidak lagi harus merogoh kocek untuk dana perbaikan kerusakan lahan tersebut.
Aron Purba, yang merupakan PPTK pada proyek Dinas Perhubungan tersebut saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu membenarkan longsor pada proyek yang menelan dana hingga Rp2,6 Milyar tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali melayangkan surat kepada pihak rekanan, yang meminta agar perusahaan tersebut segera melakukan pemeliharaan.

“Kita sudah beberapa kali surati pihak rekanan. Karena, masih ada masa pemeliharaan,” kata Aron.

Bahkan, dia mangaku telah mengancam pihak rekanan, untuk tidak akan mencairkan sisa dana sebesar 5 persen yang masih ada di kas daerah. Karena sesuai ketentuan, usia pengerjaan proyek, anggara yang boleh dicairkan hanya sebesar 95 %. Sementara, dana jaminan pemeliharaan sebesar 5 %, dapat dicarikan setelah masa pemeliharaan yang ditetapkan telah usai.

“Kan masih ada 5 persen lagi dana pemeliharaan. Kalau mereka gak mau memperbaiki, kita gak akan carikan. Itu sudah kita sampaikan ke mereka (rekanan),” ungkapnya.

Senada juga dikatakan PPK proyek tersebut, Erwin. Menurutnya, setelah pihaknya melayangkan surat terhadap rekanan, rekanan berjanji akan akan segera melakukan kewajibannya selambatnya Selasa (6/8). “Sudah kita bicarakan, mereka bilang, Selasa (6/8) mereka akan kerjakan. Kita lihat aja dulu,” kata Erwin.

Amatan, Kamis (8/8), kondisi lahan pangkalan truk tersebut masih sama seperti sebelumnya, belum ada perbaikan yang dilakukan pihak rekanan. Sementara, Aron dan Erwin yang coba dikonfirmasi via telepon selularnya terkait janji rekanan, tidak berhasil. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirim via layanan Whatsupp, tidak dibalas. (ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *