Ngurus Paspor Merasa Dipersulit, Boru Gultom Ngamuk di Kantor Imigrasi

oleh -1.485 views
K. Boru Gultom terlihat marah – marah kepada salah seorang petugas Imigrasi Kelas II Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB

Merasa dirinya dipersulit dalam sebuah pengurusan Paspor, K. Boru Gultom terlihat marah – marah di kantor Imigrasi Sibolga. Rabu (4/9)

Terlihat adu mulut dengan petugas, K. Boru Gultom menyampaikan bahwa dirinya hendak mengurus paspor adiknya. Akan tetapi tidak bisa dan merasa sangat dipersulit.

“Sudah dari pagi kami disini mengurus Paspor, tapi toh juga tidak bisa. Padahal semua persyaratannya sudah kami lengkapi sesuai peraturan, kalau memang masyarakat mengurus paspor harus melalui aplikasi online atau android. Bagaimana masyarakat yang tidak mempunyai andoird,” ucap Boru Gultom kepada petugas Imigrasi kelas II Sibolga.

K. Boru Gultom juga menerangkan disitukan kalau tidak tahu cara menggunakan aplikasi online tanyalah kepada petugas Imigrasi yang bersangkutan.

“Jadi untuk apa kalian disini kalau ditanya respon kalian begitu kepada masyarakat yang hendak mengurus paspor, harusnya kalianlah membantu kalau masyarakat tidak punya HP yang ada android. Yah kasihlah solusi,” katanya kepada para petugas Imigrasi.

Sementara itu, Petugas Imigrasi Kelas II Sibolga Bidang izin tinggal Henri Sinaga  saat dikonfirmasi Tapanuli News 24 Jam mengatakan sesuai edaran dari pusat bahwa pengurusan paspor harus secara online dan memang begitulah dari prosedurnya.

“Dalam prosedur pengurusan dan penyelesaian paspor tiga hari kerja, setelah melakukan pembayaran. Kebetulan jaringan kita sedang dalam gangguan dan tidak normal makanya tadi kita bilang 1 Minggu, karena jaringan kadang putus konek – putus konek bang,” jelasnya seraya menambahkan agar yang mengurus paspor tidak bolak balik datang kesini.

Dirinya juga menyebut, bahwa pihaknya malah yang terakhir menggunakan prosedur aplikasi online di Wilayah Sumatera Utara dalam memberlakukan prosedur tersebut. Karena memperhitungkan Tapanuli Selatan (Tapsel) jauh dari koneksi.

“Kemudian kita juga baru aktif menggunakan aplikasi secara online, ini berawal pada bulan Agustus 2019. Dan bisa orang abang check ke kantor Imigrasi yang lain, mereka sudah menggunakan aplikasi secara online sudah setahun yang lalu. Hanya Imigrasi Sibolga lah baru aktif menggunakan aplikasi secara onlien pada bulan Agustus kemarin,” ungkapnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *