SIBOLGA NEWS – JAM 12.00 WIB
Proyek KOTAKU (Kota Tanpa Permukiman Kumuh) untuk pekerjaan pembuatan saluran air limbah yang ada di Jalan Sibolga – Barus (Banjar Dolok) Lingkungan III, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, kota Sibolga dengan biaya Rp. 272.489.000 diduga terkesan asal jadi atau pengerjaannya hanya setengah – setengah hati.
Proyek KOTAKU bersumber dari APBN tahun anggaran 2019 ini terkesan pengerjaannya kurang ada pengawasan dari dinas Satuan Kerja (Kasatker) Dinas PKPLH kota Sibolga
Hal itu diungkapkan Ketua Tim investigasi LSM VOSY Fernandes Hutabarat didampingi Sekretaris DPD LSM KITA PD Kota Sibolga Jekson Silaban, Senin (23/9)
“Banyak keluhan yang masuk dari masyarakat, mempertanyakan kondisi proyek perkotaan yang ditangani oleh BKM Sejatera Kelurahan Sibolga Ilir,” ungkapnya
Proyek amburadul di kawasan Kelurahan Sibolga Ilir itu cuma salah satu contoh saja dari beberapa lokasi ketidak beresan pengelolaan program Presiden Jokowi
Pegiat antikorupsi ini menambahkan, proyek terkesan dikerjakan secara asal jadi saja. Pihaknya tak sungkan – sungkan melapor ke penegak hukum jika pengelolaan proyek tersebut terindikasi menyimpang. “Kalau ada penyimpangan, kami pasti memproses hukum Tipikor,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Satker Dinas PKPLH Sibolga D. Hutapea ketika dikonfirmasi diruang kerjanya terkait pengawasan dan kualitas pekerjaan, dia mengatakan kalau kita bicara soal kualitas, kualitas yang bagaimana yang dimaksud. Karna lebih susah membuktikan kualitas dari pada kuantitas
Ketika ditanya apabila nantinya ada ditemukan kejanggalan dalam pekerjaan, apakah nantinya akan dilakukan pembongkaran. Dengan tegas Kepala Satker ini menjawab kalau memang ada temuan dan kualitasnya tidak baik akan kita bongkar,” pungkasnya. (hen)









