Hendak Mencari Kayu, 3 Warga Kolang Hanyut Terseret Arus Sungai

Daerah, Tapanuli Tengah3696 Dilihat

TAPTENG NEWS – JAM 20.00 WIB

Tiga warga hanyut terseret arus sungai di Dusun V Unteholing, Desa Sipakpahi, Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Minggu (27/10). Dari ketiga warga yang hanyut, dua orang diyatakan selamat. Sementara satu orang lagi masih belum ditemukan. Informasi hanyutnya ketiga warga tersebut diperoleh SAR Sibolga dari personel Polsek Kolang.

Ketiga korban, Guntur Hutabarat (50), Purnomo Situmeang (25). Keduanya selamat. Satu orang lagi, Jaliman Situmeang (65) belum ditemukan. Namun pada saat akan menyeberangi sungai, tiba-tiba air sungai meluap dan ketiga korban terseret arus yang deras.

Kedua korban yang selamat selanjutnya melaporkan kejadian itu ke kepala desa. Kemudian melaporkannya ke Polsek Kolang yang sebelumnya bermalam di hutan hendak mencari kayu.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Sibolga, Harry Susantomengatakn awalnya ketiga korban yang merupakan warga Dusun V Unteholing, Desa Sipakpahi Aek Lobu, Kecamatan Kolang, Tapteng tersebut pergi mencari kayu ke hutan pada Jumat (25/10) lalu. Ketiga korban bermalam, dan kembali pada Minggu (27/10) dengan menyeberangi sungai.

“Korban selamat menceritakan bagaimana peristiwa itu terjadi hingga ketiganya terseret arus sungai. ketiga ini korban menggunakan pelampung plastik saat akan menyeberangi sungai dan meraka membawa kayu hendak nyebrang. Jadi pas nyebrang itu air tinggi. Satu orang nyangkut, tenggelam, yang dua orang lagi bisa (selamat),” ucapnya Senin (28/10).

Harry juga menyebut, upaya operasi SAR untuk pencarian korban terkendala cuaca bersama tim bergerak menuju lokasi. Sementara untuk sampai ke lokasi dari Kolang berjarak sekitar 12 Km. Kemudian berdasarkan informasi yang kami peroleh, untuk sampai ke lokasi pencarian harus melewati jalan setapak.

“Jadi gini, masuk ke perkampungan tersebut kita harus melewati jalan setapak untuk sampai ke lokasi pencarian, karena informasi yang kami dapat, semakin dalam sungainya itu semakin menyempit. Perahu pun gak bisa masuk,” katanya seraya melakukan pencarian dengan menggunakan sepeda motor Trail milik kantor ke lokasi. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *