Bangkai Babi Dibuang Kelaut, Penjualan Pedagang Ikan Menurun

oleh -493 views
Ibu Gultom seorang pedagang ikan di Pasar Mina Nauli, Kota Sibolga

SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB

Penemuan Bangkai babi di salah satu tangkahan di Kota Sibolga yang diduga mati terjangkit virus Hog Cholera berdampak buruk di sejumlah pedagang ikan.

Pasalnya kekhawatiran masyarakat dengan mengonsumsi ikan membuat omset pendapatan pedagang menurun.

Ibu Gultom seorang pedagang ikan di Pasar Mina Nauli, Kota Sibolga mengaku, sejak pertengahan November 2019, penjualannya menurun hingga 90%.

“Menurun kali penjualan kami, harga ikan pun anjlok. Takut masyarakat makan ikan gara-gara Babi yang mati dibuang gitu saja ke laut,” kata Ibu Gultom, Senin (10/12).

Keluhan yang sama juga disampaikan Siti Mina Gea, pedagang ikan di jalan Balam ini mengatakan, isu bahaya mengkomsumsi ikan akibat virus Hog Cholera ini awalnya berasal dari luar daerah Sibolga.

“Pertama kali isunya itu dari Medan, katanya gara – gara Babi mati dibuang ke laut. Kalau dimakan ikan, bisa menular katanya penyakit Babi itu ke kita,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua DPD Partai NasDem : Bawaslu Tapteng Agar Gelar PSU di Dapil 1

Baik Ibu Gultom dan pedagang lainnya berharap agar pemerintah daerah memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna menangkal isu yang beredar tentang bahaya penularan virus terhadap ikan.

“Harapan kami ke Pemerintah, bilanglah ke masyarakat, kalau mati Babinya ya ditanam, jangan dibuang ke laut. Lagian, masyarakat jaganlah takut makan ikan gara-gara ada bangkai Babi di laut,” tuturnya

Sementara itu, dokter Hewan Ferbrina Sihotang dari Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Peternakan (PKPP) menjelaskan, virus jenis tersebut hanya menjangkit hewan Babi.

Sehingga, isu penyebaran virus Hog Cholera terhadap manusia merupakan kabar bohong.

“Virus Hog Cholera ini hanya melekat pada Babi, tidak berpindah pada manusia. Memang banyak masyarakat yang takut makan ikan, karena ada sebagian Babi yang hanyut di laut dan sungai,” tuturnya.

Baca Juga :  2 Unit Rumah di Simaninggir Ludes Terbakar

“Kekhawatiran itu tidak mendasar, bohong kalau ada yang bilang berbahaya makan ikan karena virus Babi,” tambah Febriana

Disamping itu, Kepala Dinas PKPP Sibolga, Binsar manalu juga menghimbau masyarakat pemilik ternak Babi agar tidak membuang bangkai ternaknya selain ditanam.

Dan, meminta kesediaan pemilik ternak memberikan informasi guna diketahui penyebabnya kematian hewan ternaknya.

“Sebaiknya diberi informasi kepada kami, agar kami bisa mencheck apa penyebab kematian ternak Babi. Apakah karna Hog Cholera atau mungkin disebabkan penyakit lainnya,” kata Binsar.

Untuk menjaga kesehatan hewan ternak, kata Binsar, masyarakat diingatkan untuk peduli terhadap kebersihan kandang serta rutin memberikan vitamin dan suntik vaksin kepada hewan ternak.

“Menjaga kebersihan kandang itu penting, supaya hewan ternak kita sehat dan tidak mudah terkena penyakit,” bebernya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *