FKUB Sibolga : Tidak Ada Sekat Antar Umat Beragama

Daerah, Sibolga3614 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 15.00 WIB

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menilai kerukunan antar umat beragama di Kota Sibolga telah menyatu sejak nenek moyang terdahulu.

Hal tersebut dikatakan Ketua FKUB Kota Sibolga Nurdiswar Jambak di kantornya jalan Suprapto, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Jumat (13/12).

“Kerukunan itu berjalan dengan baik, betul-betul terjamin oleh masyarakat Sibolga, karena adat istiadat orang Sibolga yang terdiri dari berbagai etnis dan budaya telah menyatu sejak nenek moyang dulu,” katanya.

Nurdiswar juga menjelaskan sebelum lahirnya FKUB di Sibolga, kehidupan masyarakat dari berbagai suku, etnis, dan budaya telah membaur dalam kehidupan bermasyarakat.

“Apalagi setelah lahirnya FKUB berdasarkan keberagaman Bineka Bunggal Ika, karena di Kota Sibolga selain dari agama yang enam itu tadi, etnis juga beragam mulai dari mulai dari Aceh, Batak Dairi, Batak Toba, Batak Mandailing, suku Minang, suku Sunda, suku Nias, bahkan dari Arab, etnis Tionghoa, India dan dari Indonesia timur dan Jawa semuanya beragam, dari situ lahir sebuah persatuan kerukunan,” ucapnya.

Dia juga menyebut, gesekan antar umat beragama di Sibolga nihil, dapat dikatakan situasi dan perkembangan kerukunan umat beragama jika dihitung secara prosedural menurutnya mencapai 95 persen.

“Dilihat dari kehidupan sehari-hari contoh ketika orang Islam melakukan kegiatan yang sifatnya keagamaan, maka agama yang dari protestan, Hindu, Budha, ikut bersama-sama dalam menyemarakkan pandangan kerukunan itu tadi, begitu juga sebaliknya,” ucapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pendeta Agama Budha Romo Sutoyo Wirajayo menjelaskan menurut data tahun 2014 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk agama Budha di Kota Sibolga tercatat sebanyak 3203 orang.

“Agama Islam 5.5488 orang, Protestan 3.3918 orang, katolik 4881, hindu 72, jadi jumlahnya 97,562,000 jiwa di kota Sibolga ini, jadi kerukunan nya luar biasa, karena di Kota Sibolga ini tidak membedakan suku, agama ataupun golongan, kita menyikapinya secara bersama-sama,” kata Sutoyo.

Dilokasi yang sama, Aratua Ompusunggu sekertaris FKUB Kota Sibolga, dan juga ketua clasis di gereja Kristen indonesia juga mengatakan tidak ada sekat antar umat beragama dan senantiasa hidup rukun damai di tengah masyarakat.

“Yang kami nikmati hampir tidak ada sekat-sekat ditengah-tengah masyarakat, kemudian keindahan yang kedua saya melihat ada kesadaran di masing-masing umat beragama memahami agamamu untukmu dan agamaku untukku, jadi kita senantiasa hidup rukun ditengah-tengah masyarakat,” terangnya (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *