TAPTENG NEWS – JAM 16.00 WIB
Faogolosi Giawa (37) dan anaknya Arman Giawa (13) warga Dusun 4 Desa Sialogo, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang sempat hilang terseret arus Sungai Angkola Luar, pada Minggu (26/1) sekira jam 16.00 WIB. Akhirnya ditemukan dalam keadaan terjepit kayu dan bebatuan, namun keduanya sudah tak bernyawa.
Kejadian ini berawal ketika korban bersama keluarganya berangkat pulang menuju rumah kediamannya, usai melaksanakan ibadah kebaktian Minggu disalah satu gereja di Dusun 2 Desa Sialogo. Diketahui, untuk menuju Dusun 4 dari Dusun 2 harus menyeberangi sungai Angkola Luar yang membelah Desa Sialogo.
Kedua korban saat hendak menyeberang, kondisi sungai Angkola Luar sedang meluap dan berarus deras akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Faogolosi Giawa dengan menuntun anaknya Arman Giawa, mencoba menyeberangi sungai. Sementara istri korban berdiri dipinggiran sungai menunggu giliran menyeberang.
Saat menyeberangi sungai, kedua korban tidak mampu melawan arus hingga terseret hanyut ke hilir. Melihat kejadian tersebut, istri korban Yaniba Laia (37), bergegas kembali ke perkampungan warga di Dusun 2 untuk meminta pertolongan.
Warga langsung menuju daerah aliran sungai sembari mencari keberadaan korban, beberapa jam melakukan pencarian kedua korban tak juga ditemukan. Kondisi sungai yang meluap ditambah hari yang mulai gelap menjadi kendala dalam upaya pencarian tersebut, warga bersama aparat pemerintah setempat sepakat untuk menghentikan pencarian, dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Selanjutnya, Senin (27/1) sekitar jam 06.30 WIB warga bersama unsur Forkopimka Kecamatan Lumut dibantu tim SAR kembali melakukan pencarian. Sekitar jam 08.30 WIB, Arman Giawa ditemukan terjepit kayu dan bebatuan dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Arman Giawa ditemukan sekitar 1 km dari lokasi hanyut. Berselang 15 menit kemudian, jasad Faogolosi Giawa ditemukan juga dalam kondisi terjepit bebatuan sekitar 2 km dari lokasi hanyut.
“Jenazah korban telah dibawa ke rumah duka dan evakuasi dilakukan oleh tim SAR dan warga,” ujar Camat Lumut, Kadirun Hasibuan S.Pd. (ben)
Tidak ada komentar