SIBOLGA NEWS – JAM 16.00 WIB
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mengaku, tidak mengetahui peristiwa penculikan terhadap Ametro Pandiangan, pada Jumat (10/01) lalu di Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam, Tapteng.
Hal itu dikatakan Bakhtiar kepada awak media usai acara pelantikan 35 anggota DPRD Tapteng di Gedung Olah Raga (GOR) Pandan, Senin (17/02).
Dikatakan Bakhtiar, sewaktu kejadian dirinya saat itu sedang berada di luar kota (Medan).
“Terkait penculikan, penculikan apa sih? Mau dikaitkan ke saya lagi? Saya lagi di Medan, tak tau persoalan, bisa di buka WA saya, Handphone saya. Setelah kejadian, baru ajudan saya lapor saya, dan saya telepon Kasat Narkoba, dan Kasat Narkoba mengaku sudah dihubungi, sudah tau juga ada penangkapan narkoba. Setelah penangkapan langsung dihubungi, Kasat Narkoba yang menangkap,” terangnya.
Dalam peristiwa tersebut, Bakhtiar menjelaskan tidak memiliki kepentingan apapun terhadap korban dugaan penculikan, Ametro.
“Artinya kalau menculik, masa menculik menelepon suaminya, aneh – aneh. Menculik kepentingan apa? Kepentingan apa diculik? Siapa dia? Apa urusan saya sama dia? Logikanya itu. Politisi enggak, oh karena ini keponakan Bonaran, apa kaitannya?,” ungkapnya.
Ditambahkan, Tapteng saat ini merupakan daerah yang kondusif dan jauh dari persoalan.
“Janganlah semua kita kait – kaitkan. Tapteng ini kondusif – kondusif saja, tidak ada persoalan,” sebutnya.
Selain itu, kata Bakhtiar, ia akan melaporkan terkait kasus yang mengatakan penculikan dan melibatkan dirinya sebagai Bupati Tapteng.
“Semua sudah di ambil keterangan, ada orang yang akan kami laporkan ke polisi. Kasusnya yang mengatakan penculikan, melibatkan Bupati segala macam, akan kami laporkan, dan kami lihat di proses atau tidak. Karena cukup bukti, dia di media sosial, meresahkan masyarakat,” pungkasnya. (ful)






