Kepling III Pancuran Dewa Klaim Hanya 18 Orang Yang Mendapatkan Bantuan

Daerah, Sibolga1042 Dilihat

SIBOLGA NEWS – JAM 17.00 WIB

Kepala lingkungan III Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Herianto mengklaim sebenarnya yang mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah kota (Pemkot) bagi masyarakat terdampak Sosial Distancing wabah Corona Virus Disease (Covid-19) itu kemarin terbatas jumlahnya.

Disebutkan, sekitar 18 orang yang terdiri dari lingkungan III Kelurahan Pancuran Dewa diutamakan untuk tukang becak dan selebihnya kalau ada untuk pedagang kecil.

“Jadi, Ibu yang kemarin itu datang mempertanyakan mengenai anaknya yang bekerja sebagai tukang becak, cuma anaknya itu kan tinggal di Kelurahan Pancuran Bambu, kalau KK nya memang kita akui di Pancuran Dewa, namun, data kita sudah memenuhi kouta dan waktu yang diberikan dari pihak Kelurahan kan juga terbatas,” terangnya.

Meski demikian, kata Herianto, dirinya tetap menyampaikan agar ibu tersebut bersabar. Mengingat masih adanya bantuan tahap ke II yang akan disalurkan.

“Tapi sudah kita sampaikan bahwasanya, sabar buk, mungkin ada tahap ke II yang akan kita masukkan, tapi ibu itu tidak terima, kalau ibu tidak percaya, tanyalah ke Kelurahan, itu yang kita sampaikan,” bebernya.

Akan tetapi, Herianto mengatakan, ibu tersebut tetap bersikeras dan tidak menerima penyampaian darinya.

“Ibu itu menjawab, jangankan ke Kelurahan kau bilang, ke Kantor Walikota ku datangi sekarang, kecilnya Sibolga, begitu katanya,” imbuhnya.

Herianto kemudian menyarankan kepada si ibu untuk menanyakan kepada Kepling IV.

“Kalau gak percaya lagi ibu tanyalah Kepling IV mengenai ini, dia pun mengumpul juga itu sebanyak 18 KK, saya sampaikan seperti itu kan,” ucapnya.

Selain itu, mengenai cacian ataupun cakap kasar yang dilontarkannya terhadap si ibu tidak lah benar.

“Kita tidak ada terbukti di lapangan, ada saksi pun pemilik rumah, menyampaikan seperti itu, bukan di rumah saya, tapi itu di rumah warga, bukan di rumah Kepling yang kejadiannya, banyak, ada warga yang mendengar, nanti bisa kita ambil keterangannya,” jelasnya.

“Artinya keterangan dari ibu tersebut yang mengatakan Kepling berkata (caci maki) itu tidak benar,” sambungnya.

Menurutnya, ini merupakan faktor ketidaksabaran, karena Herianto berulangkali berusaha menyampaikan bahwasanya masih ada tahap ke II, akan tetapi ibu itu tidak terima dan langsung ribut.

“Untuk tahap ke II ini sudah menerima anak itu sedangkan ibu itu pun mendapatkan Rastra. Tidak mungkin dia (ibu) mendapatkan bantuan tahap ke II ini,” katanya.

Disebutkan, ada 4 kategori bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah. Diantaranya, PKH (Program Keluarga Harapan), Rastra, BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BSP (Bantuan Sosial Pangan).

Dan hal itu merupakan syarat dari Kelurahan. Artinya yang sudah terdata ke dalam 4 kategori tersebut, tidak akan mendapatkan lagi bantuan untuk tahap ke II.

“Kabarnya, Rastra itu pun akan keluar semua nanti dari Dinas Sosial. Dan inilah dia data yang sudah dikembalikan-kembalikan itu. Inikan di validasi sama data yang dari Dinas Sosial,” pungkasnya.

“Jadi untuk tahap pertama yang 18 orang itu datanya sudah kita serahkan ke Kelurahan, dan yang tahap ke II lagi di input datanya di Kelurahan. Dan itu diluar dari ke empat kategori yang kita sebutkan tadi (PKH, Rastra, BPNT, BSP),” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah warga lingkungan III, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga menggeruduk rumah kepala lingkungan (Kepling) mereka pada Kamis (2/4).

Warga yang terdiri dari kaum ibu tersebut meminta, kepala lingkungan III, Herianto berlaku adil dan transparan dalam mendata warga yang kurang mampu. Menyusul adanya bantuan sembako dari pemerintah daerah bagi masyarakat terdampak sosial Distancing wabah corona virus disease (Covid-19). (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *